Suara.com - Isu kemasan styrofoam menyebabkan banjir ditentang Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran Institut Teknologi Bandung (LPTM ITB) Akhmad Zainal Abidin, M.Sc., Ph.D. Ia tidak setuju lantaran styrofoam memiliki berat yang sangat ringan, sehingga tidak mungkin menyebabkan banjir.
"Ada salah paham dari sisi lingkungan, katanya ini (styrofoam) menyebabkan banjir, menurut saya keliru karena berat jenisnya rendah. Foamnya mengandung udara, jadi kalau dicemplungin pasti paling atas," ujar Akhmad Zainal Abidin di Ayana Midplaza, Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019).
Alasan styrofoam kerap dijadikan kambing hitam sebagai penyebab banjir, karena berwana putih dan selalu berada di atas air sehingga mudah terlihat. Akhmad Zainal Abidin juga tidak setuju styrofoam dianggap menyumbat aliran sungai.
"Kalaupun ada air pasti akan lewat dan styrofoam-nya di atas jadi nggak pernah ada yang namanya styrofoam menyumbat sungai karena selalu di atas. Memang paling kelihatan, kalau mengotori mungkin, akan tetapi kalau menyumbat enggak, karena sifatnya seperti itu," tegasnya.
Sedangkan, isu styrofoam menyebabkan tumpukan sampah yang menggunung juga tidak dipahami Akhmad Zainal Abidin, karena penumpukkan sampah disebabkan kelalaian dan manajeman pengguna maupun petugas kebersihan itu sendiri. Padahal styrofoam bisa didaur ulang.
"Manajemen sampah yang saat ini kumpul, angkut, buang. Nah manajemen seperti ini menyulitkan daur ulang atau pemanfaatan sampah kembali. Jadi harus ada perubahan besar oleh KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) baik daerah maupun pusat," ungkapnya.
Akmad Zainal Abidin melihat pada dasarnya kemajuan teknologi bisa digunakan untuk pengelolaan dan manajeman sampah lebih baik, bahkan menghasilkan pundi-pundi rupiah. Kunci gerbangnya ada di edukasi dan kebijakan pengelolaan sampah yang tepat.
"Sekarang teknologi memungkinkan itu, semua berubah dan jadi manfaat, untuk edukasi masyarakat untuk memilah di rumah, pengumpulannya juga secara terpilah dan langsujg diproses jadi produk berguna," tuturnya.
"Saya udah buktikan di unit saya di unit pengolahan sampah masyarakat, sampah masuk dari masyarakat 100 persen dan keluar dari situ 100 persen produk, tidak ada yang perlu dibuang ke TPS TPA, semua ada nilai ekonominya," sambungnya.
Baca Juga: 5 Best Otomotif Pagi: Pecah Ban, Spiderman, dan Skutik Petualang
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
28 Kode Redeem FC Mobile 22 Maret 2026: Kunci Jawaban Kuis Hari 3 dan Trik Gacha Draft Mewah
-
6 HP Rp2 Jutaan yang Awet Jangka Panjang, Performa Ciamik Fitur Lengkap!
-
Terpopuler: Template Balasan WhatsApp Ucapan Lebaran 2026, Rekomendasi HP Rp4 Jutaan Terbaik
-
5 Rekomendasi HP Rp4 Jutaan Terbaik, Pilihan Cerdas Upgrade Gadget Pakai Uang THR
-
35 Jawaban Minal Aidzin Walfaidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin untuk Balas Chat WhatsApp
-
35 Ucapan Minal Aidzin Walfaidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin untuk Grup WhatsApp
-
56 Kode Redeem FF Max Terbaru 21 Maret 2026, Kesempatan Raih hingga 999 Diamond!
-
15 Template Balasan WhatsApp Ucapan Lebaran 2026, Siap Kirim untuk Berbagai Situasi
-
36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 21 Maret 2026, Klaim Hadiah Spesial Lebaran Gratis!
-
Terpopuler: 7 HP Paling Murah untuk Idulfitri, Cara Atasi Sinyal Lemot saat Lebaran