Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Rabu, 02 Oktober 2019 | 13:11 WIB
Ilustrasi aplikasi LinkAja. [Telkomsel]

Suara.com - Pilihan layanan transaksi tiket bagi pengguna KRL Commuter Line kini semakin beragam dan inovatif. PT Kereta Commuter Indonesia berkolaborasi dengan LinkAja, menghadirkan pilihan pembayaran KRL melalui aplikasi LinkAja.

Uji coba layanan pembayaran tiket Commuter Line dengan menggunakan aplikasi LinkAja ini telah dilakukan pada 1 Oktober bersama dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M. Soemarno, di Stasiun Juanda.

"Saya menyambut baik sinergi seperti ini, bagaimana BUMN terus saya dorong untuk meningkatkan pelayanan yang terbaik buat masyarakat terutama pengguna jasa transportasi kereta api. Kita sudah punya LinkAja, dan ini yang kita sinergikan untuk menjadikan ini sebagai sarana pembayaran baru bagi pengguna KRL," ucap Rini M. Soemarno seperti dalam keterangan resminya.

Hingga saat ini, secara teknis telah tersedia 200 gate elektronik di 80 stasiun yang telah dilengkapi dengan scanner milik KCI untuk menerima transaksi LinkAja. Layanan ini nantinya dapat digunakan di seluruh stasiun KRL Commuter Line. Selanjutnya, KCI akan terus menambah jumlah gate elektronik hingga mencapai 400 gate.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M. Soemarno mencoba LinkAja saat naik MRT. [Telkomsel]

Pengguna harus memastikan saldo tidak kurang dari Rp 13 ribu. Pengguna hanya perlu melakukan scan kode tiket yang muncul ketika menggoyangkan ponsel dalam kondisi aplikasi LinkAja terbuka, di stasiun keberangkatan dan kembali melakukan hal yang sama di stasiun kedatangan. Saldo LinkAja akan terpotong sesuai dengan jarak tempuh yang dilalui pengguna.

Kini, pengguna KRL Commuter Line selain bisa menggunakan Kartu Multi Trip (KMT) dan kartu uang elektronik dari bank untuk melakukan pembayaran, juga dapat menggunakan aplikasi LinkAja untuk mempermudah transaksi dan perjalanan menggunakan KRL.