Suara.com - Google telah memperbarui kebijakan pengembang untuk layanan Play Store, di mana perusahaan asal Amerika Serikat itu telah melarang aplikasi pinjaman online masuk ke dalam Google Play Store. Aplikasi tersebut dianggap sebagai bagian dari praktik berbahaya dan dapat merugikan pengguna.
Sebagaimana dilansir laman Wall Street Journal via TechRadar, larangan ini diberlakukan Google guna menjaga agar pengguna tetap aman, mengingat selama setahun telah ditemukan kerugian akibat aplikasi ini meningkat hingga 36 persen.
"Kebijakan pengembang Google Play kami dirancang untuk melindungi pengguna dan menjaga mereka tetap aman. Kami memperluas kebijakan layanan keuangan kami untuk melindungi pengguna dari persyaratan peminjaman pribadi yang menipu dan eksploitatif," ucap juru bicara Google.
Kebijakan baru ini mulai berlaku pada bulan Agustus dan sayangnya, untuk saat ini hanya berlaku di wilayah Amerika Serikat. Aturan baru Google ini juga sejalan dengan kebijakan Truth in Lending yang baru saja disahkan dalam UU Pemberian Pinjaman. Dengan begitu, aplikasi pinjaman online ini harus menampilkan APR (Annual Precentage Rate).
Langkah serupa juga pernah dilakukan Google pada tahun 2016 lalu yang melarang iklan pinjaman online tampil di halaman mesin pencari Google.
Berita Terkait
-
Deretan Aplikasi Ini Memuat Virus Joker di Play Store
-
Jangan Sampai Tertipu, Pengguna Android Hindari Aplikasi Ini!
-
Idle Stickman, Game Baru yang Trending di Android
-
Putus Hubungan dengan Google, Penjualan Huawei di Indonesia Tergerus
-
Tenang, Huawei Nova 5T di Indonesia Masih Bisa Akses Google Play Store
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
27 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 1 Januari 2026, Klaim 2.026 Gems dan Pemain Eksklusif
-
53 Kode Redeem FF Terbaru 1 Januari 2026, Klaim M1014 Demolitionist dan The Hungry Pumpkin
-
Ini Kode Promo KIOSGAMER Januari 2026 Terbaru, Dapat Diskon hingga Bonus Diamond 30 Persen!
-
28 Kode Redeem MLBB Terbaru 1 Januari 2026: Klaim Skin Epic, Diamond, dan Fragment Gratis
-
95 Persen Jaringan Pulih, XLSMART Percepat Konektivitas Pascabencana di Aceh
-
8 Prompt AI untuk Edit Foto Jadi Dramatis yang Lagi Tren di TikTok
-
iPhone Disebut Bakal Pakai Layar Lengkung Empat Sisi, Apple Ikuti Jejak Xiaomi?
-
5 HP Harga Rp1 Jutaan Paling Worth It di Tahun 2026, Spek Gak Kaleng-kaleng
-
Samsung Disebut Eksperimen Baterai 20.000 mAh, Ini Tantangannya
-
Update 25 Kode Redeem FC Mobile 1 Januari 2026, Klaim Icon 113-115 Gratis di Tahun Baru!