Suara.com - Orang-orang narsis mungkin merasa diri sangat penting dan kerap bikin kesal karena tak tahu malu, tetapi sebuah penelitian baru menunjukkan mereka lebih bahagia ketimbang orang lain.
Studi yang digelar para psikolog dari Queen's University Belfast, Inggris menunjukkan bahwa orang-orang narsis cenderung tidak mudah stress atau depresi.
Kostas Papageorgiou, psikolog di balik studi itu, mengatakan ia ingin mengetahui mengapa narsisme semakin marak di tengah masyarakat modern - dalam politik, media sosial, dan budaya selebritas - jika perilaku lebih banyak mudaratnya bagi kehidupan sosial.
Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa orang-orang narsis bisa terus bertahan di tengah masyarakat karena mereka sendiri diuntungkan oleh perilakunya. Studi itu sendiri melibatkan 700 orang dewasa.
Orang-orang narsis, jelas Papageorgiou, bisa merusak emosi orang di sekitarnya. Tetapi mereka sendiri justru kebal dari pengaruh negatif di sekelilingnya.
"Rasa percaya diri serta perasaan bahwa diri mereka sangat penting, telah melindungi diri mereka dari pengaruh negatif dari luar," jelas Papageorgiou seperti dilansir BBC.
Orang narsis didefenisikan sebagai orang yang suka "terlibat dalam perilaku berbahaya, merasa diri lebih superior ketimbang orang lain, memiliki rasa percaya diri berlebihan, kurang memiliki empati terhadap orang lain, dan sukar merasa malu/bersalah."
"Meski tidak semua dimensi dari narsisme bagus, tetapi ada beberapa aspek yang bisa mengarah pada hasil positif," jelas Papageorgiou.
Karena itu, imbuh dia, respons negatif terhadap narsisme bisa menafikan manfaat yang mungkin diraih oleh orang-orang narsis itu sendiri.
Baca Juga: 7 Hal Yang Ditakuti Seseorang yang Punya Sifat Narsis dan Kepedean
Perilaku narsis dari kacamata psikologi, lanjut Papageorgiou, "tak boleh dilihat hanya dari sudut baik atau buruk, tetapi lebih kepada hasil evolusi dan ekspresi manusia yang bisa saja bermanfaat atau merugikan, tergantung pada konteksnya."
Tag
Berita Terkait
-
Viral Monyet Rampas HP Wisatawan dan Rekam Vlog di Tahura Bandung, Benarkah Monyet Narsis?
-
Mungkinkah Empati Bertahan di Tengah Gempuran Polarisasi Sosial?
-
Deretan Pejabat Narsis Jelang Timnas Indonesia vs Uzbekistan di Piala Asia U-23
-
Punya Sifat Manipulatif dan Suka Playing Victim, Apakah Gangguan Kepribadian Narsistik Bisa Disembuhkan?
-
9 Karakteristik Gangguan Kepribadian NPD, Kurangnya Empati
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
THR Paling Telat Tanggal Berapa? Ini Aturan dari Pemerintah untuk Instansi dan Perusahaan
-
Update Harga Samsung Galaxy A56 5G Februari 2026: Masih Relevan atau Saatnya Menunggu Penerus?
-
5 Rekomendasi Smart TV yang Awet, Kualitas Gambarnya Juara
-
5 Smartwatch Huawei Paling Murah, Desain Stylish dan Fitur Lengkap
-
Exclude Bansos Artinya Apa? Begini Cara Menyanggah Agar Bisa Aktivasi Lagi
-
53 Kode Redeem FF Terbaru 11 Februari 2026, Masih Ada Monster Truck dan Emote Cinta
-
7 Smart TV Android Murah Harga Rp1 Jutaan, Pilihan Terbaik untuk Hiburan Modern
-
Kapan iQOO 15R Meluncur? Bawa Baterai 7.600 mAh, Skor AnTuTu Tembus 3,5 Juta Poin
-
4 Rekomendasi HP Kapasitas 1 TB Termurah untuk Gamer dan Content Creator
-
5 Fitur Unik Terbaru di Forza Horizon 6: Ada Balap ala Initial D dan Forza Rush