Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Kamis, 07 November 2019 | 10:10 WIB
Suasana jasa pencucian pakaian atau "laundry". [Suara.com/Fakhri Hermansyah]

Suara.com - Spanduk bisa dimanfaatkan untuk keperluan apapun, salah satunya membuat pengumuman dan memasarkan produk atau jasa. Belakangan ini beredar penampakan spanduk laundry menarik perhatian warganet karena pilihan kata yang digunakan.

Dibagikan oleh akun Twitter @imanlagi pada 5 November, spanduk yang didominasi oleh warna merah, kuning, dan biru itu berisi, himbauan kepada para mahasiswa di Kota Medan untuk mencuci pakaian di tempat laundry tersebut.

Lucunya, pemilik laundry itu mengatakan bahwa tugas mahasiswa adalah belajar, bukan mencuci.

"Pengumuman. Diberitahuan kepada seluruh mahasiswa yang ada di Kota Meda, khususnya Pancing sekitar. Agar tidak lagi mencuci pakaian sendiri, sebab tugas klen kuliah ke Medan ni adalah belajar lalu jadi sarjana. Bukan mencuci. Sekali lagi buuukaan meencuuci. karena mencuci adalah tugas kami. TJ Laundry," tulisan spanduk tersebut.

Tak hanya itu, di bagian bawah tulisan tersebut terdapat kalimat yang berukuran lebih kecil.

"Pasti sekarang klen senyum-senyum sendiri baca spanduk ini kaaan.... jangan cuma senyum, pakeannya dibawalah ke sini...," lanjutnya.

Spanduk kocak penawaran jasa laundry. [Twitter]

Jasa laundry yang ditawarkan sendiri mencakup reguler, super express, paket bulanan, setrika, dan promo 6 kg dengan harga tertinggi Rp 100 ribu per 20 kg untuk paket bulanan.

Pemasaran yang dilakukan oleh pihak laundry dalam spanduk pengumuman itu pun menjadi sorotan warganet. Unggahan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 3.400 kali ke sesama pengguna Twitter itu menuai beragam komentar dari warganet.

"S3 Perlondrian," tulis @msaidramadhan.

"Skill marketing level dewa wkwk," komentar @ChanJusuf.

"Baca ini auto pake logat Medan wkwk," tambah @gilanggtr.

"Cara promosi dan menarik pelanggan yang cukup menarik perhatian. Semangat mencuci demi masa depan bangsa," cuit @bmatana1.

"Mahal kali wak laundry di Medan, di Jawa rata-rata 3 ribu sekilo. Mau naik haji orang ini," ungkap @satrianug_.

Read more...