Hanya saja, Samsung kurang berani bermain dengan harga murah. Lain halnya dengan kompetitor mereka dari China yang jor-joran menawarkan ponsel spek tinggi, namun dibanderol dengan harga yang relatif terjangkau.
"Mereka (ponsel China) berani membawa ponsel spek tinggi dengan harga murah. Sementara Samsung, dalam beberapa tahun terakhir, menempatkan diri sebagai ponsel kelas premium. Namun perlu dicatat, orang Indonesia itu sangat sensitif dengan harga," imbuhnya.
Alih-alih merespon tekanan China dengan membanjiri produk baru dari segmen menengah ke bawah, Risky justru melihat fenomena tersebut sebagai bumerang untuk Samsung.
"Samsung terlalu cepat meluncurkan ponsel baru yang speknya tidak terlalu jauh berbeda dengan ponsel sebelumnya. Awal tahun, Galaxy A dan Galaxy M banyak muncul, tapi nggak sampai setahun sudah ada versi barunya (Galaxy A10s, Galaxy M30s, dll)," terang Risky.
Jarak peluncuran ponsel baru yang terlalu cepat, namun speknya tidak terlalu jauh berbeda itulah yang dinilai Risky justru membingungkan konsumen.
Sementara di sisi lain, Oppo, Vivo, Xiaomi, dan Realme memang sering mengeluarkan ponsel baru, namun dengan perbadingan spek dan harga yang dikemas lebih menarik.
"Samsung berusaha memperbaiki situasi dengan menawarkan ponsel di segmen low end. Tapi soal harga, price to specs yang ditawarkan ponsel China lebih menarik," tutup Risky.
Berita Terkait
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar
-
1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam
-
Bencana dari Hal Sepele: Bahaya Buang Puntung Rokok Sembarangan di Musim Kemarau
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard
-
Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar
-
Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional