Suara.com - Para astronom memulai tahun 2020 dengan menyambut ulang tahun ke-30 dari Teleskop Luar Angkasa Hubble sejak peluncuran pertamanya pada tahun 1990 silam.
Sekeolompok astronom menggelar konferensi American Astronomical Society ke-235 pada Minggu (5/1/2020) dengan membagikan informasi yang selama ini telah dikumpulkan dari misi Hubble. Selama satu dekade dalam perjalannya, Teleskop Luar Angkasa Hubble tidak hanya memberikan pengetahuan ilmiah, tetapi juga gambar dari alam semesta.
"Kami membanjiri dunia dengan gambar-gambar yang menakjubkan, bulan demi bulan dan tahun demi tahun. Gambar-gambar ini telah mendefinisikan kembali alam semesta untuk publik," ucap Ray Villard, salasah satu petinggi di Space Telescope Science Institute yang mengoperasikan Hubble.
Sepanjang misinya, Hubble telah menemukan lebih dari empat ribu eksoplanet. Peranannya membantu para astronom mengetahui lebih banyak eksoplanet dengan mencitrakannya.
Meski begitu, pada awal tahun diluncurkannya Hubble, para astronom sempat dibuat kecewa dengan gambar buram yang ditangkap. Lalu pada tahun 1993, tim astronom menemukan kesalahan produksi di cermin teleskop dan memutuskan untuk meluncurkan misi pertama untuk memperbaiki cermin tersebut.
Dilansir dari Space.com, masalah lainnya muncul pada Oktober 2018 ketika Hubble dilaporkan mengalami kerusakan pada salah satu bagian yang disebut giroskop atau gyro.
Ini adalah perangkat yang digunakan oleh banyak pesawat ruang angkasa untuk mempertahankan orientasi mereka di luar angkasa. Gyro pada dasarnya adalah roda di dalam kendaraan yang berputar, memberikan stabilitas dan mempertahankan posisi pesawat ruang angkasa.
Beruntung, setelah tiga minggu berhenti, Hubble dapat kembali beroperasi. Keberadaan Hubble membuat para astronom sadar betapa pentingnya teleskop tersebut. Misi yang dilakukan Hubble sangat penting untuk memahami lingkungan di sekitar manusia dan juga alam semesta yang lebih besar.
Hubble juga memiliki peran penting dalam penemuan objek terjauh di tata surya yang saat ini disebut sebagai Arrokoth. Arrokoth ditemukan pada 26 Juni 2014 oleh para astronom menggunakan teleskop antariksa Hubble sebagai bagian dari pencarian objek untuk misi New Horizons selanjutnya setelah berhasil terbang lintas dekat Pluto pada tahun 2015 silam.
Baca Juga: Teleskop Hubble Tangkap Galaksi Bima Sakti Melahap Gas Misterius
Saat ini para astronom masih akan terus memanfaatkan keberadaan Teleskop Luar Angkasa Hubble seraya merancang teleskop baru yang disebut-sebut sebagai penerusnya, yaitu James Webb Space Telescope (JWST) milik NASA yang dijadwalkan untuk meluncur pada Maret 2021.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Grab Genjot Kendaraan Listrik, Armada EV Ditargetkan Melampaui 3 Kali Lipat Tahun Ini
-
Komdigi Ungkap Modus Baru Judi Online 2026, Spam Bot di Instagram hingga TikTok Naik 128 Persen
-
7 HP Murah untuk Live Streaming TikTok dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo
-
5 HP 5G Termurah dengan RAM hingga 8 GB, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Tak Takut Listrik Padam, Chest Freezer Ini Punya Teknologi Menjaga Makanan Beku hingga 150 Jam
-
5 HP Midrange dengan Kamera Rasa Flagship, Resolusi Tinggi Didukung OIS dan Baterai Badak
-
Riset : Bahaya Pelecehan Digital di Asia Pasifik, Lebih dari Separuh Korban Alami Trauma
-
4 Tablet Murah dengan Fitur Palm Rejection, Menggambar dan Mencatat Lebih Rapi
-
Dampak Krisis Memori Global, Apple Terpaksa Menaikkan Harga MacBook dan iPad
-
Sikap Google Terhadap RUU Hak Cipta : Berisiko Hambat AI dan Ekonomi Digital Indonesia