Suara.com - Foto hotel di Bandung yang joroknya minta ampun beredar di media sosial dan langsung viral di Twitter. Ya, lazimnya hotel berbintang akan berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik bagi tamu-tamu mereka, termasuk dalam hal kebersihan. Tetapi baru-baru ini netizen dibuat merinding sekaligus jijik oleh penampilan sebuah hotel bintang tiga di Bandung.
Video kamar hotel tersebut pertama diunggah oleh akun @Orcaardilaz lewat Twitter. Lewat cuitannya, dia mengaku hendak membuat review hotel namun lekas membatalkan niatnya.
"Kemaren gue mau bikin konten review hotel di Bandung, tapi pas masuk masa begini. Padahal mau bikin konten review yang cakep, tapi takut dikunciin jigsaw," tulisnya.
Dalam video yang berdurasi 15 detik tersebut, akun @Orcaardilaz lantas menunjukkan penampakan kamar mandi hotel yang kacanya dipenuhi bercak hitam.
Tak sampai di sana, bathub yang berada di kamar mandi hotel tersebut juga dipenuhi bercak-bercak kehitaman sementara gantungan selang shower tampak rusak.
Lebih lanjut lagi, warganet ini menceritakan jika hotel tersebut adalah hotel bintang tiga meski tidak menyebutkan nama.
Selain itu, dirinya juga menyebutkan bahwa area kamar sama-sama memiliki kesan seram. Alhasil, rencananya untuk menginap dua malam pun dibatalkan.
Meski baru check in pukul 2 dini hari, akun @Orcaardilaz memilih untuk langsung check out lagi pada pukul 8 pagi karena merasa tidak betah.
Melihat tampilan hotel bintang tiga yang membuat jijik sekaligus merinding tersebut, warganet pun ramai-ramai turut bersimpati. Terlebih, hotel bintang tiga seharusnya mampu memberikan pelayanan yang lebih baik.
Baca Juga: Viral Curhat Korban Penipuan WO Pandamanda: 'Gue Tiap Salaman Minta Maaf'
"Anjir itu bathtub bekas ternak lele apa gimana," tulis warganet.
"Saya auto pindah hotel mas, rugi nggak apa-apa deh," imbuh yang lain.
Selain itu, ada juga yang menulis bahwa penampakan kamar hotel tersebut sudah bagai latar film horor.
"Silent hills remake," kata warganet.
"Gue mending nyari tempat lain kalau isinya begini. Serem bener," komentar warganet lain.
Berita Terkait
-
Hotel Baru Hadir di Bali Selatan, Tawarkan Konsep Menginap Modern dan Berorientasi Wellness
-
Sentuhan Magis Rudy Soedjarwo di Film Dan Bandung, Hidupkan Lagi Vibes Cinta dan Rangga?
-
Marc Klok Sebut Laga Lawan Sabah FC dan Bali United Penting untuk Persib
-
12 Hari Hilang, Perempuan di Tasikmalaya Ditemukan Tewas dalam Sumur Berisi Kobra Jawa
-
Selama Ini Diam! Robert Rene Alberts Kasih Penjelasan Lengkap Soal Sengketa dengan Persib
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?