Suara.com - Pemilik akun Facebook Eka Pras, yang pada pekan ini memicu kontroversi karena seolah-olah sudah meramalkan virus corona sejak Desember 2016, akhirnya minta maaf.
Dala postingan di Facebook, Selasa (10/3/2020), Eka Pras mengaku bahwa postingan yang viral itu adalah hasil editan semata dan bukan ramalan seperti yang banyak dipercaya orang.
"Mohon maaf semua pembaca dan penyuka Facebook, berkaitan dengan postingan saya yang lagi viral/trending saat ini adalah editan, bukan saya yang meramal atau menerawang," tulis dia Selasa siang.
Ia mengaku mengedit postingan lama dari tanggal 31 Desember 2016 lalu dan menggantinya dengan isu virus dari China hanya untuk di-screenshot dan disebar via WhatsApp.
"Saya bukan orang hebat atau sakti. Karena saya masih punya rasa lapar dan haus. Saya ulangi lagi mohon maaf yang banyak. Salam rahayu," tulis Eka Pras.
Sebelumnya diwartakan bahwa postingan Facebook Eka Pras viral dan ramai diberitakan di Tanah Air. Tetapi hasil penelusuran Suara.com menunjukkan bahwa konten itu sebenarnya baru dibuat pada 8 Maret 2020 kemarin, dengan mengedit postingan bertanggal 31 Desember 2016.
Eka Pras hanya memanfaatkan fitur Edit Post yang disediakan Facebook dan seharusnya bisa dengan mudah dibongkar juga menggunakan fitur lain Facebook yang bernama View Edit History, yang berguna untuk melacak perubahan sebuah status atau konten di media sosial tersebut.
Berita Terkait
-
Modus Olah Oli Bekas Jadi Bening, Pabrik Oli Palsu Cengkareng Untung Rp864 Juta
-
India Tuntut Mark Zuckerberg Minta Maaf Setelah Video Perdana Menterinya Dibatasi di Facebook
-
Cuma Modal Video Selfie, Begini Cara Dapat Centang Biru Gratis di Facebook
-
Peluang Kreator Lokal Tembus Pasar Global, Meta Perluas Terjemahan AI ke Bahasa Indonesia
-
Meta Resmi Luncurkan Langganan Instagram, Facebook, dan WhatsApp Plus, Ada Paket AI Baru
Terpopuler
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Cabut, Cesc Fabregas Blak-blakan Dibuat Kecewa Kiper Como
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- Powder Foundation Wardah untuk Kulit Sawo Matang Shade Apa? Ini 5 Pilihannya
- 5 Shio Beruntung Hari Ini 4 September 2026, Urusan Mulai Lancar
Pilihan
-
Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Tengah Malam: Fenomena Lava Air Mancur Muncul
-
Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
Terkini
-
Motor Mungil Harga Rp84,5 Juta: Mengungkap Pesona Honda ST125 Dax yang Bikin 'Sultan' Rela Antre
-
Pakar UMY Kritik Keras Penanganan Karhutla: Memidana 400 Orang Tak Bakal Buat Jera
-
Drama di Way Halim: Tandukan Allano Gagalkan Kemenangan Bajul Ijo di Laga Pembuka
-
Anggaran Cegah Karhutla Seret, Pemerintah Baru Bisa Bergerak Saat Api Membesar
-
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Sandang Gelar Kanjeng Raden Haryo dari Keraton Surakarta
-
Adik Kejar Kakak Pakai Sajam di Pringsewu, Hanya Gara-gara Motor Rusak
-
Bedak Tabur Wardah Lightening Cocok untuk Kulit Apa? Ini Klaim dan Review Pembeli
-
Ekonomi yang Membentuk Isi Piring: Mengapa Makan Sehat Jadi Kemewahan?
-
Lima Parpol di DPRD Sepakati Wacana Memakzulkan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu
-
Review Baby Udon: Kisah Viral yang secara Emosional Layak Dibuat Sinematik