Suara.com - Para ilmuwan dari Universitas Oxford menyebut, vaksin virus Corona (COVID-19) pertama di Inggris akan siap pada sekitar September 2020, jika "skenario kasus terbaik" terjadi.
Ini jauh lebih cepat daripada menunggu selama 12 hingga 18 bulan daripada yang diperkirakan oleh Sir Patrick Vallance, kepala penasihat ilmiah Inggris.
Meski begitu, tim ilmuwan Oxford memperingatkan bahwa mereka masih berusaha mencari sumber pendanaan untuk pembuatan obat.
Bekerja sama dengan University's Jenner Institute dan tim klinis Grup Vaksin Oxford, para ilmuwan telah melakukan uji coba dengan merekrut lebih dari 500 sukarelawan berusia antara 18 dan 55 tahun.
Peserta pengujian vaksin akan memulai tes bulan ini dan jika berhasil, skala waktu untuk ketersediaan vaksin akan jatuh pada musim gugur tahun 2020 ini.
"Skenario kasus terbaik adalah bahwa pada musim gugur 2020, kami memiliki hasil tentang efektivitas vaksin dari percobaan fase III dan kemampuan untuk memproduksi sejumlah besar vaksin," ucap para ilmuwan kepada The Telegraph sebagaimana dilansir laman The Sun, Kamis (9/4/2020).
Namun, kerangka waktu itu dapat berubah jika para ilmuwan belum mendapatkan dana tambahan untuk peningkatan produksi vaksin.
Peserta akan melakukan uji coba selama enam bulan dengan melakukan penyaringan, vaksinasi dengan vaksin virus Corona, dan tes darah di Oxford Vaccine Centre.
"Jika penularan virus telah berhenti, maka tidak mungkin untuk menilai apakah vaksin dapat bekerja atau tidak," tambah para ilmuwan.
Baca Juga: Salut! Remaja Ini Buat Pelindung Telinga Buat Tenaga Medis
Para ilmuwan menambahkan bahwa di sisi lain, melakukan uji coba setelah puncak pandemi berakhir juga akan menjadi masalah karena ada banyak orang yang akan mengembangkan kekebalan alami pada saat itu, dan jumlah penularan akan menurun. Sehingga orang yang masih tidak kebal akan membutuhkan waktu lebih lama terpapar virus.
Untuk saat ini, masih belum ada vaksin untuk COVID-19 dan orang-orang yang mengalami gejala ringan diminta untuk tinggal di rumah, tetap terhidrasi, dan minum parasetamol untuk membantu meringankan kondisi.
Sementara pada pekan lalu, para ilmuwan mengklaim vaksin anti-TB yang diberikan kepada ribuan anak sekolah di Inggris dapat melindungi mereka dari infeksi virus Corona. Bacillus Calmette-Guérin (BCG) dikembangkan seabad yang lalu untuk meningkatkan kekebalan terhadap infeksi TB.
Namun, para peneliti percaya bahwa vaksin ini dapat melindungi jutaan orang dari COVID-19 dan akan melakukan tes di empat negara.
Beberapa dokter juga sedang menguji obat anti-virus saat ini untuk melihat apakah itu dapat mengalahkan virus Corona. Pengujian tersebut sedang berlangsung di Inggris dan Skotlandia pada sejumlah kecil pasien dengan anti-virus yang disebut remdesivir, yang pada awalnya dikembangkan untuk mengobati Ebola.
Percobaan serupa telah dilakukan di China dan Amerika Serikat dan hasilnya diharapkan akan keluar dalam beberapa minggu ke depan. Di sisi lain, para ilmuwan juga berharap bahwa sepasang obat HIV yang dikenal sebagai lopinavir dan ritonavir akan efektif dalam mengobati COVID-19 tetapi hasil data uji coba tidak memuaskan.
Berita Terkait
-
Studi: Kandidat Vaksin MERS Bisa Jadi Solusi Atasi Virus Corona Covid-19
-
WHO Kecam Wacana Ilmuwan Jadikan Afrika Tempat Uji Coba Vaksin COVID-19
-
Alhamdulillah, Ilmuwan Turki Berhasil Isolasi Virus Corona
-
Wabah Covid-19, Kapan Kita Hidup Normal Kembali? Ini Ramalan Bill Gates
-
Alhamdulillah, Ada Kabar Baik dalam Penelitian Vaksin COVID-19
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
5 HP Infinix dengan Kamera 0,5 Mirip iPhone, Harga Rp3 Jutaan
-
Turnamen Esports Berbasis Cyber Security Resmi Diumumkan
-
27 Kode Redeem FC Mobile 16 April 2026, Ambil Kompensasi Bug Sekarang
-
42 Kode Redeem FF Free Fire Spesial Diskon 16 April 2026, Cek Bocoran MP40 Cobra Rilis Lagi
-
5 Smartwatch dengan Desain Kekinian, Tak Jadul, dan Fitur Lengkap Buat Gen Z Aktif
-
Honor Uji HP Baru dengan Baterai 11.000 mAh, Terbesar di Kelasnya
-
Tak Semahal Anggaran Pemkab Blora, Segini Harga CapCut dan Canva Pro 2026
-
Gunakan Chipset Unisoc T8300, Berapa Skor AnTuTu Redmi R70 5G?
-
Indonesia Penghasil Gas, Kenapa Masih Butuh Impor LPG? Ternyata Begini Penjabarannya
-
Redmi R70 dan R70m Debut dengan Baterai Jumbo, Andalkan Chipset Unisoc