Pasien yang tidak memenuhi kriteria untuk pengujian gratis dapat mengakses tes PCR dengan biaya Rp 1,5-2,5 juta, yang menjadikannya semakin tidak terjangkau bagi masyarakat miskin.
Pengujian untuk semua
Pemerintah Indonesia perlu segera memperkuat kapasitas untuk melakukan tes skala besar. Berdasarkan pemodelan menggunakan data dari kota Wuhan, Cina, tempat wabah pertama kali meledak, lebih dari 85% kasus COVID-19 tidak terdeteksi.
Menemukan kasus sedini mungkin, diikuti dengan isolasi kasus positif terbukti efektif dalam mengurangi penularan, dan dapat meningkatkan status kesehatan pasien.
Di kota Vo Euganeo, Italia, seluruh warga - sekitar 3.000 orang, baik yang kaya maupun miskin - mendapatkan tes COVID-19. Tes pertama menemukan 89 kasus positif yang ditindaklanjuti dengan kebijakan isolasi untuk menekan laju penularan. Pada putaran tes tahap dua, ditemukan kasus positif sebanyak enam orang dan juga segera diisolasi. Tindakan tersebut dapat menekan angka kematian dan seluruh kasus yang terdeteksi dilaporkan pulih optimal.
Tes skala besar dan karantina terpusat telah diidentifikasi sebagai faktor kunci yang menentukan keberhasilan dalam melandaikan laju pandemi di Korea Selatan, Kanada dan Singapura.
Keberhasilan tes skala besar di Singapura, Korea Selatan dan Australia didukung oleh sistem kesehatan yang tangguh dan teknologi pengawasan yang canggih. Situasi tersebut tidak mencerminkan kondisi di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Meskipun demikian, pengalaman di negara-negara tersebut mengindikasikan bahwa ada kebutuhan mendesak bagi pemerintah Indonesia untuk segera menerapkan tes skala besar untuk menekan laju pandemi.
Untuk meningkatkan efektivitas tes skala besar, pemerintah harus memastikan bahwa pelaksanaan tes bisa menyentuh semua lapisan masyarakat, dan bukan hanya untuk mereka yang memiliki uang.
Dengan demikian, pemerintah Indonesia harus segera menetapkan tes skala besar sebagai prioritas utama penanggulangan COVID-19 di seluruh wilayah Indonesia.
Baca Juga: Halodoc Gandeng 20 Rumah Sakit Sediakan Layanan Tes Swab Covid-19
Perlunya dukungan dari pemerintah daerah
Pemerintah daerah (pemda) harus berupaya menyediakan tes COVID-19 skala besar bagi seluruh masyarakat yang berada di wilayah kerjanya.
Pemerintah daerah Surabaya, Jawa Timur, telah memberikan teladan dengan menyediakan tes cepat di 63 pusat-pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Pemerintah provinsi Jawa Timur bermitra dengan sebuah lembaga swadaya masyarakat pun telah mendistribusikan 10.000 alat tes cepat tambahan di wilayahnya untuk melengkapi 8.400 alat tes dari pemerintah pusat.
Pemerintah pusat perlu memprioritaskan bantuan untuk daerah-daerah yang memiliki kemampuan terbatas dalam menyelenggarakan tes COVID-19.
Pemerintah juga perlu mendorong partisipasi komunitas dalam penyelenggaraan tes skala besar. Seluruh elemen masyarakat harus dikerahkan untuk membantu menyediakan informasi yang tepat dan konsisten mengenai bagaimana, kapan dan di mana tes COVID-19 dapat dilakukan.
Pemerintah dan masyarakat secara umum juga perlu memberikan fasilitas kepada penduduk yang tergolong rentan, marginal, dan miskin agar dapat membuat keputusan yang tepat untuk berpartisipasi dalam tes COVID-19 skala besar.
Tes skala besar dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat untuk menemukan kasus sedini mungkin serta isolasi penderita positif COVID-19 merupakan strategi utama untuk menekan laju penyebaran COVID-19.
COVID-19 tidak mendiskriminasi masyarakat berdasarkan status sosial dan ekonomi. Tes COVID-19 juga seharusnya demikian: disediakan untuk dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di The Conversation.
Berita Terkait
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi