Suara.com - Jaringan Pemeriksa Fakta Internasional atau IFCN (International Fact-Checking Network) di bawah Poynter Institute menambah keseriusan upaya memerangi hoaks atau misinformasi dan disinformasi seputar pandemi corona Covid-19. Bekerja sama dengan WhatsApp yang memiliki dua miliar pengguna di seluruh dunia, IFCN resmi meluncurkan chatbot yang menampilkan hasil cek fakta lebih dari 80 organisasi sedunia.
Pada dasarnya, melalui bot yang baru meluncur pada 4 Mei 2020 ini, IFCN bertujuan memberi akses lebih mudah bagi publik untuk memastikan apakah suatu konten atau isu terkait Covid-19 itu benar atau tidak. Caranya pun sederhana, yaitu cukup dengan menyimpan nomor kontak chatbot IFCN tersebut yakni +1 (727) 2912606, lalu mengetik "hi" di percakapan ke nomor ini, maka menu atau tampilan utama pun akan segera muncul.
Sebuah kalimat pengantar sederhana di laman awal itu berbunyi: "Kirim pesan pada kami 24 jam 7 hari untuk memerangi mitos dan memeriksa fakta terkait Covid-19." Sementara, menu yang tampil terdiri dari 6 bagian yang untuk navigasinya cukup dengan mengetik angka 1 sampai 6, sesuai pilihan yang dibutuhkan.
Menu-menu chatbot IFCN di WhatsApp itu antara lain adalah:
- Mencari hasil periksa/pengecekan fakta
- Hasil periksa fakta terbaru
- Tips untuk menghadapi misinformasi
- Menemukan lembaga pemeriksa fakta terdekat
- Tentang kami
- Privasi
Saat ini, chatbot IFCN yang baru meluncur ini masih beroperasi dalam bahasa Inggris. Namun, pihak IFCN memastikan akan segera menambahkan beberapa versi bahasa lainnya, termasuk antara lain bahasa Spanyol dan Hindi, demikian juga dengan fungsi tambahan lainnya.
Melalui rilisnya, IFCN pun menyampaikan bahwa sejak Januari lalu, para pemeriksa fakta dari 74 negara telah mengidentifikasi lebih dari 4.000 hoaks terkait corona. Semuanya dikumpulkan dalam database CoronaVirusFacts yang mereka kelola, yang menjadi tulang punggung dari chatbot WhatsApp ini --sekaligus sebagai wujud kolaborasi pemeriksa fakta terbesar. Database itu pun senantiasa diupdate tiap hari oleh IFCN, sesuai perkembangan konten-konten cek fakta terbaru yang diproduksi.
Chatbot ini sekaligus berguna sebagai direktori global organisasi pemeriksa fakta. Sistem yang digunakan dapat mengidentifikasi negara pengguna WhatsApp lewat kode negaranya, sehingga bisa membagi data organisasi atau hasil cek fakta di negara yang bersangkutan. Publik juga bisa mengirim informasi langsung ke lembaga pemeriksa fakta setempat melalui nomor atau alamat kontaknya, atau mengecek konten apa saja yang sudah dibuat di situs masing-masing.
"Ratusan juta pengguna mengandalkan WhatsApp untuk berkomunikasi dengan teman dan keluarga mereka sehari-harinya," ungkap Direktur IFCN, Baybars Orsek. "(Dan) Karena orang jahat menggunakan semua platform untuk menyebarluaskan kepalsuan, untuk menyesatkan publik di masa-masa sulit begini, kerja-kerja para pemeriksa fakta saat ini menjadi lebih penting."
"WhatsApp baru-baru ini memberikan bantuan kepada IFCN untuk mendukung kerja berharga dari pemeriksa fakta terverifikasinya di seluruh dunia dalam memerangi misinformasi Covid-19. (Dan) Kami merasa sangat senang kini bisa mendukung kerja periksa fakta IFCN yang esensil dengan meluncurkan layanan penting bagi pengguna WhatsApp ini," ungkap Ben Supple dari WhatsApp.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah 4.000 Alat Rapid Test di Bali Tak Direkomendasi BNPB?
Bot IFCN dikembangkan di WhatsApp Business API menggunakan teknologi Turn.io, salah satu perangkat andalan WhatsApp.
"Menyediakan layanan ini berkolaborasi dengan WhatsApp dan IFCN memberikan layanan berharga bagi negara-negara, komunitas dan masyarakat secara real-time, dan pada skala tertentu memperkuat mereka tidak saja memeriksa fakta atau mempertanyakan informasi tapi juga memainkan peran dalam mematahkan informasi palsu," tegas co-founder Turn.io, Gustav Praekelt.
Untuk diketahui, di Indonesia sendiri saat ini setidaknya ada enam lembaga pemeriksa fakta yang telah terverifikasi dan berada dalam jaringan IFCN, dan Suara.com adalah salah satunya. Lainnya adalah Tirto, Tempo, Kompas.com, Liputan6.com, serta Mafindo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
5 Rekomendasi HP Rp4 Jutaan Terbaik, Pilihan Cerdas Upgrade Gadget Pakai Uang THR
-
35 Jawaban Minal Aidzin Walfaidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin untuk Balas Chat WhatsApp
-
35 Ucapan Minal Aidzin Walfaidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin untuk Grup WhatsApp
-
56 Kode Redeem FF Max Terbaru 21 Maret 2026, Kesempatan Raih hingga 999 Diamond!
-
15 Template Balasan WhatsApp Ucapan Lebaran 2026, Siap Kirim untuk Berbagai Situasi
-
36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 21 Maret 2026, Klaim Hadiah Spesial Lebaran Gratis!
-
Terpopuler: 7 HP Paling Murah untuk Idulfitri, Cara Atasi Sinyal Lemot saat Lebaran
-
53 Kode Redeem FF 20 Maret 2026 untuk Klaim SG2 Lumut dan Bundle Joker
-
9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
-
Spesifikasi PC Crimson Desert, Game Aksi Open World Terbaru dengan Aksi Brutal