Aplikasi apa pun yang bersaing sumber daya dengan game dapat menimbulkan kelambatan yang luar biasa. Untuk itu, menutup semua jendela peramban, aplikasi obrolan yang tidak dibutuhkan, dan segala sesuatu yang tidak terkait dengan sistem game akan sangat membantu.
Trik kecil ini sendiri saja mampu menyelesaikan masalah kelambatan terkait.
Untuk mendapatkan gambaran tentang aplikasi apa saja yang paling banyak menggunakan memori dan daya pemrosesan, gunakan aplikasi Windows Task Manager.
Jika Anda mengklik tombol "More details" di bagian bawah jendelanya, itu akan membanjiri Anda dengan informasi detail pada semua proses yang berjalan.
Urutkan tabel ini dengan kolom "Memori" dan "CPU" dan pertimbangkan untuk menutup aplikasi yang membutuhkan proses paling banyak. Anda juga dapat menutup klien messenger yang bahkan tidak disadari sedang berjalan, atau beberapa aplikasi lain yang tidak mengganggu.
Pengaturan antivirus yang tepat
Banyak gamer berpikir bahwa solusi antivirus atau keamanan Internet adalah aplikasi yang layak dihentikan. Beberapa bahkan menghapus instalasinya secara permanen.
Pada kenyataannya, pendekatan ini sudah ketinggalan zaman dan tidak membantu. Bahkan, bahkan itu dapat membuat game Anda berjalan lebih lambat.
Pertimbangkan dua hal, pertama, di Windows 10 Anda tidak boleh tidak memiliki antivirus sama sekali - jika Anda mematikan solusi pihak ketiga, Windows Defender secara otomatis mulai beraksi.
Kedua, tidak semua antivirus dibuat sama. Beberapa solusi keamanan memiliki mode khusus permainan yang meminimalkan dampak pada kinerja PC, tetapi Windows Defender tidak memberikan keistimewaan seperti itu.
Perlu diingat, Anda mungkin memiliki satu lagi "bonus" antivirus yang tidak disadari. Itu tersembunyi di dalam, Google Chrome. Antivirus tersebut juga memiliki pengaturan yang sangat terbatas, dan tidak ada yang begitu sesuai untuk para gamer.
Baca Juga: Pengguna Game Melonjak Dimasa Pandemi, MSI Pastikan Pasokan Perangkat Aman
Itulah alasan lain untuk menutup jendela browser saat Anda mencoba mengoptimalkan kecepatan komputer.
Pendekatan yang tepat untuk penggunaan antivirus adalah sejauh mana AV tersebut terbukti memiliki solusi dampak minimal pada kecepatan dan mode permainan yang dikhususkan untuk mengurangi kelambatan, selain itu juga mampu menonaktifkan pop-up apapun, pemindaian tambahan, dan sebagainya.
Atur pembaruan Windows dengan tepat
Operasi latar belakang subsistem Windows 10 tertentu dapat menjadi penyebab pelambatan secara tiba-tiba. Terutama, ketika pembaruan Windows mengunduh dan menginstal sesuatu, itu akan mempengaruhi kinerja secara substansial.
Itulah sebabnya dianjurkan untuk mengatur jadwal pembaruan saat Anda tidak bermain game.
Caranya dengan membuka pengaturan Windows 10, navigasikan ke pembaruan Windows, dan klik "Ubah jam aktif (change active hours)."
Deskripsi menyatakan bahwa jam aktif hanya memengaruhi proses restart, tetapi pengaturan tersebut sebenarnya juga menginformasikan tugas pembaruan lainnya.
Menjaga komputer dengan baik
Seiring berjalannya waktu, hampir setiap komputer menunjukkan beberapa penurunan kecepatan. Alasan utama perlambatan ini adalah akumulasi file sampah dan aplikasi.
Untuk membantu komputer berjalan lebih cepat, Anda harus membersihkan fail sementara, mengarsipkan, atau menghapus dokumen yang tidak dibutuhkan, dan melepas game yang tidak lagi dimainkan.
Dengan seluruh langkah di atas, komputer Anda telah dilengkapi perlindungan gaming yang tepat, dan memenangkan permainan hanya persoalan taktik, pelatihan, dan kerja tim. Sehingga, bermain game selama masa bekerja dari rumah menjadi lebih menyenangkan. [Antara]
Berita Terkait
-
Menghapus Jejak "Hantu" di Cloud dan Memutus Rantai Penguntitan Siber Pasca-Hubungan
-
57% Orang Indonesia Simpan KTP dan Paspor di HP, Kaspersky Ingatkan Risiko Kebocoran Data Meningkat
-
Ancaman Phishing Makin Ganas, Kaspersky Blokir 140 Juta Serangan dalam Tiga Bulan
-
Riset : Bahaya Pelecehan Digital di Asia Pasifik, Lebih dari Separuh Korban Alami Trauma
-
Hacker Gunakan Kode QR Teks untuk Kelabuhi Email Security, Ini Cara Kerjanya
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!