Suara.com - Monopoli badan antariksa Amerika Serikat, NASA, atas kegiatan astronot Amerika di orbit rendah Bumi (LEO) telah berakhir.
Selama beberapa dekade, NASA adalah satu-satunya pelanggan ruang angkasa, pengembang, dan penyedia layanan tunggal untuk kegiatan antariksa AS.
Phil McAlister, Direktur Divisi Penerbangan Antariksa Komersial di Markas NASA mengatakan bahwa berakhirnya monopoli NASA adalah yang baik bagi industri penerbangan luar angkasa AS.
Saat ini, pemerintah AS menggandeng beberapa perusahaan swasta untuk mengkomersialkan pangkalan LEO-nya, termasuk Stasiun Luar Angkasa (ISS). Bahkan, sudah ada deretan nama yang akan melakukan kegiatan astronot di orbit rendah Bumi.
Sebut saja SpaceX dan Boeing yang berencana membuka jasa transportasi dari Bumi ke ISS. Selain itu, ada juga Space Adventures (bermitra dengan SpaceX) yang akan menggelar perjalanan antariksa bagi warga sipil.
"NASA kini mulai menggunakan semacam strategi baru untuk komersialisasi LEO," terang McAlister seperti dilansir dari Space, Selasa (19/5/2020).
Ia menambahkan bahwa langkah ini bertujuan untuk membawa NASA terlibat dengan perusahaan atau perorangan yang memiliki keahlian bisnis di sektor ini. Bahkan, McAlister sudah memiliki visi seperti apa LEO pada 2030 dan tahun-tahun selanjutnya.
Di masa depan, McAlister memproyeksikan bahwa kegiatan berbau komersial mendominasi aktivitas di LEO. Mitra komersial mereka adalah pelanggan, penyedia layanan, penelitian, dan pengembangan. Meski begitu, peraturan masih dipegang oleh NASA dan lembaga pemerintah lainnya.
Rencana ini bertujuan untuk mendukung tujuan ekonomi AS dalam jangka panjang. Namun, McAlister mengingatkan, NASA tidak akan meninggalkan LEO dalam waktu dekat.
Baca Juga: Update Call of Duty: Modern Warfare Tuai Banyak Protes
"Kita menginginkan kehadiran pihak swasta di orbit rendah Bumi. Tapi, kita punya astronot berpengalaman di LEO untuk mendampingi mereka. Jadi saya pikir, selama bertahun-tahun yang akan datang, kami akan selalu terlibat dalam banyak hal di LEO," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Makin Diminati, Penumpang LRT Jabodebek Capai 16 Juta Orang
-
Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional