Suara.com - Seorang arkeolog Spanyol bernama Eliseo Gil dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara pada pekan ini atas tuduhan penipuan dan pemalsuan film dokumenter di pengadilan di Ibukota Basque Vitoria-Gasteiz.
Menurut surat kabar Spanyol El Pais, ia memalsukan banyak penemuan terkenal, termasuk tembikar yang disatukan dengan lem modern dan prasasti kuno yang memuat referensi ke para filsuf abad ke-17.
Sementara rekannya, Ruben Cerdan, juga dijatuhi hukuman 15 bulan karena perannya dalam kejahatan tersebut. Keduanya diminta untuk membayar denda 12.500 euro atau sekitar Rp 200 juta kepada Dewan Provinsi Vitoria.
Dikenal sebagai kasus Iruna-Veleia, kontroversi ini bermula pada tahun 2006 ketika Gil berperan sebagai arkolog utama di balik penggalian situs Romawi Iruna-Veleia di dekat Kota Vitoria-Gasteiz di Negara Basque, sebuah komunitas otonom di Spanyol utara.
Di antara 400 penemuan anehnya, Gil mengklaim telah menemukan tembikar abad ketiga yang menunjukkan penggambaran paling awal tentang penyaliban Yesus Kristus. Ia mengaku menemukan tembikar kuno yang menampilkan grafiti yang ditulis dalam bahasa Basque berabad-abad sebelum beberapa contoh bahasa lainnya. Ada juga tulang binatang yang diukir dengan nama ratu Mesir Nefertiti dan tulisan tembikar yang ditulis dalam hieroglif dan Latin.
Secara keseluruhan, penemuan ini memiliki potensi untuk mendorong Negara Basque ke garis depan sejarah kuno. Penemuan-penemuan itu awalnya menjadikan Gil sebagai selebritas lokal karena paling tidak penemuannya telah memperkuat warisan Negara Basque.
Tetapi tak lama setelah Gil memberikan konferensi pers pertamanya tentang artefak, seorang profesor linguistik Indo-Eropa di UPV dan seorang ahli di Basque kuno bernama Joaquín Gorrochategui mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang penemuannya dan mengajukan keprihatinan kepada kepala Museum Arkeologi Álava.
Setelah melalui banyak perdebatan, penemuan-penemuan itu akhirnya terbukti palsu oleh komite ahli pada tahun 2008. Para ahli independen mengatakan beberapa artefak memperlihatkan kepalsuan yang sangat jelas.
The Guardian melaporkan pada saat itu bahwa beberapa tembikar disatukan dengan lem modern. Beberapa teks berisi kesalahan ejaan, nama-nama dewa yang tidak ada, dan satu prasasti kuno bahkan membuat referensi ke René Descartes, seorang filsuf Perancis abad ke-17. Coretan mengenai penyaliban Kristus juga menampilkan akronim "RIP" yang jelas tidak digunakan pada saat itu.
Baca Juga: Begini Perbedaan Kualitas Udara di Dunia Selama Lockdown
Dilansir dari IFL Science pada Sabtu (13/6/2020), masih belum jelas mengapa Gil melakukan pemalsuan. Tetapi ada beberapa spekulasi tentang campur tangan faktor keuangan dan politik dibalik kasus Iruna-Veleia.
Dilaporkan dalam jurnal Zephyrus pada tahun 2017, arkeolog Ignacio Rodríguez Temiño menjelaskan bahwa badan-badan pemerintah setempat dan organisasi-organisasi Basque memberi Gil sejumlah besar uang untuk pekerjaannya di Iruna-Veleia melalui sponsor. Walaupun spekulasi tersebut tidak pernah terbukti secara pasti, disebut bahwa dana itu diberikan karena penemuan tersebut mempromosikan nasionalisme Basque dan dapat digunakan untuk mempromosikan tujuan politik.
Berita Terkait
-
Arkeolog Kembali Temukan Kota Mesir Kuno Berusia 2.500 Tahun yang Hilang di Delta Nil
-
The 14th Borobudur Writers and Cultural Festival 2025, Mengenang Arkeolog Uka Tjandrasasmita
-
Teliti Makam Yesus, Ilmuwan Ungkap Fakta Mengejutkan Mengenai Kematian dan Kebangkitan
-
Bongkar Misteri Bashiri: Mumi Mesir yang Tak Berani Dibuka Arkeolog
-
Arkeolog Temukan Kerangka Biarawati yang Dirantai, Bukti Ritual Penyiksaan Mengerikan di Masa Lalu
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
Terkini
-
5 HP Infinix dengan Kamera 0,5 Mirip iPhone, Harga Rp3 Jutaan
-
Turnamen Esports Berbasis Cyber Security Resmi Diumumkan
-
27 Kode Redeem FC Mobile 16 April 2026, Ambil Kompensasi Bug Sekarang
-
42 Kode Redeem FF Free Fire Spesial Diskon 16 April 2026, Cek Bocoran MP40 Cobra Rilis Lagi
-
5 Smartwatch dengan Desain Kekinian, Tak Jadul, dan Fitur Lengkap Buat Gen Z Aktif
-
Honor Uji HP Baru dengan Baterai 11.000 mAh, Terbesar di Kelasnya
-
Tak Semahal Anggaran Pemkab Blora, Segini Harga CapCut dan Canva Pro 2026
-
Gunakan Chipset Unisoc T8300, Berapa Skor AnTuTu Redmi R70 5G?
-
Indonesia Penghasil Gas, Kenapa Masih Butuh Impor LPG? Ternyata Begini Penjabarannya
-
Redmi R70 dan R70m Debut dengan Baterai Jumbo, Andalkan Chipset Unisoc