Suara.com - Mantan pasien Covid-19 hanya dapat terlindungi dari virus corona selama enam bulan. Hal ini terungkap dari sebuah penelitian yang meragukan prospek kekebalan jangka panjang.
Peneliti University of Amsterdam mengikuti 10 sukarelawan selama 35 tahun dan mengujinya setiap bulan, untuk empat virus corona musiman dan lebih lemah, yang biasanya menyebabkan penyakit ringan mirip dengan flu biasa.
Mereka menemukan buat mantan pasien yang telah terinfeksi dengan strain dari keluarga yang sama dengan SARS-CoV-2, tipe penyebab Covid-19, memiliki durasi kekebalan protektif yang sangat pendek.
Tingkat antibodi, zat yang disimpan oleh sistem kekebalan tubuh memungkinkan melawan penjajah di masa depan, turun 50 persen setelah setengah tahun dan lenyap sepenuhnya setelah empat tahun.
Dengan mempelajari bagaimana orang pulih virus dari keluarga yang sama dengan penyebab Covid-19, para ilmuwan mengatakan penelitian mereka adalah pandangan yang paling komprehensif tentang bagaimana kekebalan mungkin bekerja untuk penyakit yang muncul di China akhir tahun lalu.
Tetapi para ilmuwan masih tidak yakin apakah orang dapat terserang penyakit lebih dari satu kali karena virus hanya ada dalam sains selama enam bulan.
Studi terbaru, yang menunjukkan bahwa kekebalan Covid-19 akan bertahan untuk waktu yang sama dengan perlindungan yang diberikan dari suntikan flu terhadap influenza musiman. Sayang, tidak mengungkapkan apakah pasien menderita serangan penyakit yang kurang parah setelah terinfeksi kembali.
Itu terjadi setelah bos raksasa farmasi Inggris AstraZeneca mengklaim vaksin Oxford University Covid-19 eksperimental yang dibuatnya, akan dapat melindungi orang dari penyakit yang menular selama setahun.
Para peneliti, yang dipimpin oleh Profesor Arthur Edridge, seorang ahli virus di universitas Amsterdam, mengikuti 10 sukarelawan dari 1985 hingga tahun ini.
Baca Juga: Ilmuwan: Membilas Toilet Bisa Sebarkan Virus Corona ke Udara?
Mereka menguji peserta setiap bulan untuk empat virus corona musiman, yaitu HCoV-NL63, HCoV-229E, HCoV-OC43, dan HCoV-HKU1.
Ada total 132 infeksi coronavirus selama 35 tahun, dengan peserta menangkap virus antara masing-masing tiga dan 22 kali.
Waktu infeksi ulang yang paling sering adalah satu tahun, tetapi ada tiga kasus infeksi ulang paling cepat enam bulan dan dua kasus pada sembilan bulan.
Mayoritas peserta terjangkit virus selama musim dingin, ketika ada tingkat virus yang jauh lebih tinggi yang beredar dalam populasi.
Karena ini adalah virus corona musiman, mereka biasanya menghilang selama musim hangat dan muncul kembali di musim dingin, yang dapat menjelaskan mengapa waktu infeksi ulang yang paling umum adalah setelah 12 bulan.
Orang tinggal di dalam rumah lebih banyak selama bulan-bulan yang lebih dingin, di mana virus menjadi lebih mudah menyebar antar kelompok.
Berita Terkait
-
Obat Murah Dexamethasone Ampuh Untuk Pasien Covid-19, Berapa Harganya?
-
Pasien Covid-19 Diobati Antibodi Penderita Kanker, 5 Hari Lepas Oksigen?
-
Studi Terbaru, Sakit Kepala Bisa Jadi Gejala Pasien Covid-19?
-
Kasus Covid-19 di Indonesia Lebih Banyak Menyerang Dewasa Muda, Kok Bisa?
-
Studi: Pasien Covid-19 dengan Kadar Enzim Rendah Lebih Berisiko Meninggal
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Spesifikasi POCO C81 Pro: HP Murah Sejutaan Layar Luas dengan Penyimpanan UFS 2.2
-
VIDA Luncurkan ID FraudShield, Teknologi AI untuk Deteksi Penipuan Identitas dan Deepfake
-
Sony Xperia 1 VIII Segera Debut, Pakai Chip Terkencang Qualcomm dan Fotografi Premium
-
Belajar dari Kasus Ahmad Dhani, Ini 5 Cara Pulihkan Akun Instagram yang Diretas
-
Samsung Galaxy A37 5G Resmi Hadir di Indonesia, Andalkan Kamera Nightography dan Baterai 5000mAh
-
Daftar HP Samsung yang Terima Update One UI 8.5, Makin Banyak Selain Galaxy S26
-
Pencipta Mortal Kombat Bahas Game Baru, Ingin Hadirkan Karakter Street Fighter
-
realme C100 Jadi HP 8000mAh Termurah 2026, Bisa Dipakai Gaming dan Streaming Seharian
-
Harga ASUS ExpertBook Ultra di Indonesia, Laptop AI Premium Super Ringan dengan Intel Core Ultra
-
Snapdragon 6 Gen 5 dan 4 Gen 5 Resmi Rilis: Chip HP Midrange Anyar, Skor AnTuTu Tinggi