Suara.com - Sejak pandemi virus Corona (Covid-19), para ahli kesehatan telah merekomendasikan agar semua orang menjaga jarak fisik dengan berdiri atau duduk terpisah sekitar dua meter dari orang lain. Namun, sebuah penelitian baru menunjukkan jarak tersebut tidak cukup jauh untuk mencegah penularan virus.
Para ilmuwan menemukan bahwa tetesan air liur yang menular, dapat menyebar lebih dari lima meter dari seorang yang terinfeksi.
Tim dari University of Toronto di Ontario, Kanada, mengatakan temuan menunjukkan bahwa pedoman jarak aman mungkin tidak berdampak banyak untuk mencegah seseorang tertular Covid-19.
Penelitian ini dipublikasikan di JAMA Ophthalmology. Para ilmuwan melakukan eksperimen biomikroskop slit lamp, sebuah lampu memancarkan sinar cahaya yang sempit tapi kuat dan biasanya digunakan untuk memeriksa bagian dalam mata.
Dalam percobaan tersebut, tim memainkan manekin di dagu sisa lampu celah untuk mensimulasikan pemeriksaan mata dengan fokus pada mata kanan.
Seorang dokter mata yang memakai alat pelindung diri melihat melalui okuler mikroskop dengan perisai.
Untuk menyimulasikan pasien batuk, tim menggunakan balon lateks kecil di rongga mulut manekin, dengan partikel berwarna fluorescent untuk dilihat di bawah sinar ultraviolet.
Jumlah tetesan terlihat pada slit lamp itu sendiri dan pada pelindung di sekitar eye piece.
Tetesan juga terlihat di dada, baju, lengan, rambut, tangan, dan sepatu pemeriksa.
Baca Juga: Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Urine, Awas Toilet Pria Paling Berisiko
Pewarna fluorescent juga dapat terlihat di lantai, dinding, dan penutup jendela.
Titik terjauh yang ditemukan tetesan dari manekin berjarak lima meter.
Para ilmuwan mengatakan bahwa lebih banyak tindakan yang mungkin diperlukan selain dari APD standar dan pelindung, seperti pelindung napas untuk meminimalkan penularan.
"Ini mungkin termasuk jubah sekali pakai yang menutupi bahu dan lengan, sarung tangan, dan topi bedah untuk pemeriksa. Terpenting, penggunaan masker untuk pasien di slit lamp harus dieksplorasi lebih lanjut dalam penelitian mendatang, karena mungkin menawarkan cara yang mudah dan murah untuk memberikan perlindungan bagi pemeriksa," tulis para penulis studi.
Dilansir dari Daily Mail, Kamis (20/8/2020), ini adalah satu-satunya studi yang menunjukkan seberapa jauh tetesan virus Corona dapat menyebar.
Sebuah studi pada Mei dari University of Nicosia di Siprus menemukan bahwa angin sepoi-sepoi dapat meniup tetesan infeksius setinggi 5,4 meter.
Berita Terkait
-
Indonesia Siap Uji Klinis Terapi Sel Punca untuk Pasien Covid-19
-
Studi: Tes Darah Dapat Menentukan Tingkat Keparahan Pasien Covid-19
-
Pasien Covid-19 Pulih Harus Tetap di Rumah saat Cuaca Panas, Ini Sebabnya
-
Prancis Tambah 1.600 Pasien Covid-19 dalam 24 Jam Terakhir
-
Peneliti: Lingkungan dan Udara Sekitar Pasien Covid-19 Mudah Terkontaminasi
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Bukan Sekadar Wisata, Ini Cara Kang Edai Menggerakan Kemiren
-
Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, BMKG Ungkap Penyebabnya
-
Birokrasi di Era Digital: Saat Keruwetan Administrasi Pindah ke Layar
-
GEMPAR di Pasar Ngino, Yuk Nonton Jathilan Sambil Nglarisi Pedagang!
-
Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat
-
The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?
-
NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT
-
Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT
-
Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan
-
Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya