Suara.com - Para ilmuwan telah 'menciptakan' babi, kambing, dan sapi melalui rekayasa genetika untuk menghasilkan hewan yang tahan penyakit dan memiliki kualitas daging lebih tinggi.
Para ilmuwan Washington State University di Amerika Serikat mengungkapkan, penelitian ini diharapkan menjadi langkah untuk menuju peningkatan genetik ternak dan meningkatkan produksi pangan.
Untuk melaksanakan tugasnya, para ilmuwan menggunakan sperma buatan bernama CRISPR-Cas9, berfungsi sebagai pejantan pengganti. Selanjutnya, sperma tersebut disuntikkan ke dalam sel telur hewan betina.
Proses tersebut dapat membantu peternak memelihara hewan yang lebih sehat dan produktif dengan menggunakan lebih sedikit sumber daya seperti pakan, obat-obatan, dan air.
Selain itu, para ilmuwan juga mengatakan bahwa cara ini memungkinkan para peternak untuk mengembangbiakan hewan ternak bermutu tinggi.
“Dengan teknologi ini, kita bisa mendapatkan penyebaran (hewan ternak) yang lebih baik dengan karakter yang diinginkan dan juga bisa meningkatkan efisiensi produksi makanan,” kata Jon Oatley, seorang ahli biologi reproduksi yang memimpin penelitian ini, seperti dikutip dari New York Post, Rabu (16/9/2020).
Dia mengatakan bahwa penelitian ini diharapkan dapat membawa dampak besar untik mengatasi kerawanan pangan di seluruh dunia.
“Jika kita bisa mengatasi ini (kekurangan pangan) secara genetik, itu berarti hewan ternak yang dipelihara lebih sedikit membutuhkan air, lebih sedikit pakan dan lebih sedikit antibiotik yang harus kita berikan ke hewan," imbuhnya.
Meski begitu, penelitian rekayasa genetika terhadal hewan mendapatkan pengeditan gen telah lama menjadi subjek perlawanan dari para aktivis lingkungan hidup yang menilai penelitian tersebut berbahaya karena merusak alam.
Baca Juga: Ilmuwan Temukan Sperma Hewan Tertua di Dunia, Berusia 100 Juta Tahun
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Honor X7e Plus 5G Lolos Sertifikasi, Siap Meluncur ke Pasar Global
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Huawei MatePad Mini: Pesaing iPad Mini Memori Lega
-
4 Simulasi Sebelumnya Akurat, EA Sports Prediksi La Furia Roja Juara Piala Dunia 2026
-
HP Tangguh Terbaru, Moto G Max Usung Kamera 200 MP dan Layar 5.000 Nits
-
Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tata Kelola Internet Internasional ICANN
-
Limbah Elektronik Makin Mengkhawatirkan, Acer Gerakkan 150 Changemaker dari Sekolah
-
Narkoba Kini Menyusup Lewat Platform Digital dan Vape, Menkomdigi Minta Orang Tua Waspada
-
HP Flagship Anyar, Honor Magic 9 Bakal Bawa Stylus dan Layar Mewah Compact
-
69 Kode Redeem FF Max Terbaru 12 Juni 2026: Klaim Diamond, Cek VAR, dan Lightning Kickoff
-
Prediksi Gaya Mengemudi Baru di GTA 6, Ada Sistem Bantuan Khusus