Suara.com - Ilmuwan Inggris telah mengembangkan model penilaian empat tingkat, untuk memprediksi risiko kematian pasien Covid-19. Hal itu akan membantu dokter untuk memutuskan secara cepat, perawatan terbaik untuk setiap pasien.
Alat tersebut, yang dirinci dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis BMJ pada Rabu lalu, membantu dokter memasukkan pasien ke dalam salah satu dari empat kelompok risiko Covid-19. Mulai dari risiko kematian rendah, menengah, tinggi, atau sangat tinggi.
Saat ini, rumah sakit di seluruh dunia menghadapi gelombang pasien dengan Covid-19.
Dokter mengatakan, mereka membutuhkan alat prediksi risiko yang lebih cepat dan lebih akurat untuk segera mengidentifikasi pasien dengan risiko kematian tertinggi dan membantu mendapatkan perawatan yang ditargetkan.
Model baru ini disebut Skor Kematian 4C (Coronavirus Clinical Characterization Consortium), menggunakan data seperti usia, jenis kelamin, kondisi yang mendasari, pernapasan, dan tingkat oksigen darah.
Hasil studi menunjukkan itu mampu memprediksi risiko lebih akurat daripada 15 model yang sebanding, kata para peneliti, dan itu juga lebih berguna dalam pengambilan keputusan klinis.
"Ini akan terbukti penting dalam membantu membimbing para dokter untuk secara optimal merawat pasien yang paling sakit," kata Ewen Harrison, seorang profesor ilmu bedah dan data di Universitas Edinburgh yang ikut memimpin penelitian dan mempresentasikannya dalam sebuah pengarahan, dilansir laman Antara, Jumat (11/9/2020).
Menggunakan berbagai input data, kalkulator risiko memberikan skor mulai dari 0 hingga 21 poin. Pasien dengan skor 15 atau lebih memiliki risiko kematian 62 persen, dibandingkan dengan 1 persen untuk mereka yang skor 3 atau lebih rendah.
Para peneliti mengatakan, pasien dengan Skor Kematian 4C rendah mungkin tidak perlu dirawat di rumah sakit. Sementara mereka yang berada dalam kelompok berisiko sedang dan lebih tinggi, dapat dipercepat untuk pengobatan yang lebih agresif, termasuk obat steroid dan dirawat di unit perawatan kritis jika perlu.
Baca Juga: Lakukan Eksperimen Covid-19, Israel Dirikan Laboratorium Virus
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Link Download Kumpulan Nada Dering Alarm Sahur dengan Suara Unik
-
35 Kode Redeem FF Terbaru 28 Februari 2026: Banjir Skin SG2, Bundle Langka, hingga Diamond Gratis
-
Huawei Watch Ultimate 2 Segera Rilis di Indonesia: Selam 150 Meter dengan Fitur Pesan Bawah Laut
-
HP Rp 1 Jutaan, REDMI A7 Pro Resmi di Indonesia: Baterai 6.000mAh, HyperOS 3
-
AI, Cloud, dan Data Center Terintegrasi Jadi Motor Ekosistem Digital Nasional 2026
-
5 Rekomendasi HP Gaming Rp3 Jutaan dengan Skor AnTuTu Tertinggi
-
21 Kode Redeem FC Mobile Aktif 28 Februari 2026, Ada Paket Ramadan dan Ribuan Gems Gratis
-
Cara Pre Order Samsung Galaxy S26 Series 2026: Cicilan Rp600 Ribuan per Bulan, Nikmati Galaxy AI
-
Ramadan 2026 Makin Canggih: Gemini AI Bantu Atur Puasa, Olahraga, hingga UMKM
-
SHECURE Digital Resmi Diluncurkan, Perlindungan Perempuan dan Anak dari Kekerasan Online