Suara.com - Google memiliki fitur baru di aplikasi peta digitalnya, Maps, di mana pengguna bisa mengetahui seberapa padat tempat yang ingin dikunjunginya.
"Selama masa pandemi Covid-19, informasi ini menjadi hal penting, membantu orang cepat memahami seberapa sibuk tempat tersebut, sehingga mereka bisa mengambil keputusan lebih baik, harus kemana dan kapan harus pergi," ujar VP of Product Google Maps, Dane Glasgow di blog resmi Google, dikutip laman Antaranews, Senin (19/10/2020).
Fitur ini merupakan bagian dari informasi "busyness" yanng sudah ada di Google. Di mana, perusahaan memperluas cakupannya hingga ke ruang terbuka, seperti pantai, taman, tempat belanja, dan toko obat.
Google menggunakan teknologi Duplex untuk mendapatkan informasi terkini, kemudian menguji informasi tersebut di Maps dan Search.
Ketika mengklik sebuah toko di Google Maps, Anda dapat melihat informasi protokol kesehatan yang ditetapkan di sana. Informasi tersebut berasal dari toko itu sendiri,
Google akan menambah fitur agar pengguna juga memberikan informasi tentang lokasi bisnis. Sementara itu, untuk melihat seberapa padat sebuah lokasi, pengguna bisa menggunakan fitur Live View yang berbasis Augmented Reality (AR).
Fitur-fitur ini tersedia di perangkat berbasis Android, iOS, dan versi desktop.
Berita Terkait
-
Ups! Pasangan Berbuat Mesum di Pinggir Jalan Terekam Google Maps
-
Gunakan Font Google, Spanduk Gorengan Ini Bikin Salah Fokus
-
Google Duo Merilis Fitur Terbaru, Bisa Screen Sharing
-
Pakai Font Tulisan Google, Spanduk Gorengan di Yogyakarta Ini Jadi Sorotan
-
Tepuk Jidat! Masker Online Dipasang di Mulut, Padahal Cuma Aplikasi
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Realme Watch S5 Hadir dengan Layar AMOLED Mewah, Baterai Tahan 20 Hari
-
Redmi Note 17 Series Muncul di Database IMEI, Versi Tertinggi Bawa Baterai 10.000 mAh?
-
Meta Punya Fitur Baru, Perketat Akun Remaja Instagram, Konten Dewasa dan Bahasa Kasar Kini Dibatasi
-
Smart Classroom Berbasis AI Mulai Masuk Sekolah Indonesia, Pembelajaran Digital Makin Canggih
-
Chipset Huawei MatePad Pro Max Terungkap: SoC Flagship, Tantang iPad Pro
-
MacBook Pro Layar OLED Segera Masuk Produksi Massal, Pakai Chip Apple Anyar
-
Garangnya Spesifikasi Realme 16T: Baterai Jumbo 8.000 mAh, Kameranya Sony IMX852 50 MP!
-
7 Laptop Terbaik Pesaing MacBook Neo 2026: Prosesor Kencang, RAM 16 GB
-
5 Cara Unggah Video TikTok Tidak Pecah dan HD untuk Penjual Online, Bikin Penonton Tertarik
-
MacBook Neo Resmi Hadir di Indonesia, Laptop Apple Warna-warni Ini Dibanderol Mulai Rp10 Jutaan