Suara.com - Astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) membagikan cara bagaimana mereka melakukan pemilihan suara pada pemilu 2020. Kate Rubins, astronot Amerika yang berada di ISS sejak 14 Oktober mengungkap, bagaimana astronot memilih untuk pemilu dari luar angkasa.
Dalam sesi Q&A NASA tentang peringatan ke-20 perjalanan manusia ke ISS, Rubins menjelaskan proses pemungutan suara tersebut.
"Ini sebenarnya sangat mirip dengan proses pemungutan suara dengan surat suara absen dari rumah," kata Rubins dalam sebuah video, seperti dikutip Space.com, Jumat (6/11/2020).
Sebelum diluncurkan, Rubins mengisi Federal Postcard Application (FPCA). FPCA mirip dengan aplikasi surat suara absensi yang diisi oleh warga Amerika Serikat tahun ini karena pandemi, tetapi digunakan khusus untuk orang-orang yang berada di luar negeri selama pemilu, meskipun terkadang juga berlaku pada orbit stasiun luar angkasa.
Sebagian besar astronot yang memilih saat berada di luar angkasa, memutuskan untuk memilih sebagai penduduk Texas karena mereka pinhak ke Houston untuk pelatihan, sebelum misi luar angkasa dimulai.
Undang-undang negara bagian tahun 1997 yang disahkan di Texas, mengizinkan pemungutan suara resmi dari luar angkasa dengan sistem pemungutan suara absensi, yang ditetapkan bagi astronot untuk memberikan suara dengan alamat "orbit rendah Bumi".
Sebelum astronot dapat memilih, NASA harus menguji apakah surat suara dapat diisi. Panitera daerah mengirimkan tes surat suara ke Johnson Space Center NASA di Houston dan komputer pelatihan stasiun luar angkasa menguji, apakah seseorang dapat mengisi surat suara dan mengirimkannya kembali ke panitera.
Jika surat suara lulus, surat suara asli akan dienkripsi dan dikirim ke astronot di ISS. Panitera juga mengirimkan surat kepercayaan khusus kepada anggota kru pemungutan suara untuk keamanan dalam membuka surat suara.
Astronot kemudian mengisinya secara elektronik dan mengirimkannya kembali melalui email ke petugas wilayah untuk mencatat suara. Petugas juga memiliki kata sandi untuk memastikan bahwa petugas tersebut adalah satu-satunya orang yang dapat membuka email.
Baca Juga: Penampakan ISS saat Melintasi Matahari dan Bulan
Sama seperti aturan di Bumi, pemungutan suara astronot harus dikirimkan sebelum jam 7 malam pada hari pemilihan untuk perhitungan suara.
Meskipun ini bukan bagian resmi dari proses tersebut, Rubins membuat bilik pemungutan suara sendiri di ISS. Ia menutup pintu di area kru dan memasang tanda bertuliskan "Bilik Pemungutan Suara ISS" sebagai formalitas dan memberikan sensasi pemungutan suara lebih nyata.
"Area ini kecil dan merupakan tempat kami tidur. Ini adalah area pribadi di stasiun luar angkasa dan sepertinya ukurannya tepat untuk tempat pemungutan suara di rumah," kata Rubins.
Ini bukan kali pertama bagi Rubins melakukan pemungutan suara dari luar angkasa. Astronot itu juga berada di ISS selama pemilihan presiden 2016.
Berita Terkait
-
Jika Trump Menang, Seleb AS: Kita Mungkin Mati atau Jadi Pelayan
-
Hasil Sementara, Biden Unggul dengan 209 Suara Elektoral, Trump 118
-
Telepon Misterius di Hari Pemilihan, Minta Warga AS Tetap di Rumah
-
Rumitnya Electoral College, Penentu Pemenang Presiden Amerika Serikat
-
Meningkatnya Partisipasi Warga Muslim AS dalam Pemilihan Presiden 2020
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Indonesia Penghasil Gas, Kenapa Masih Butuh Impor LPG? Ternyata Begini Penjabarannya
-
Redmi R70 dan R70m Debut dengan Baterai Jumbo, Andalkan Chipset Unisoc
-
2 Tablet Oppo Terbaru Segera Rilis, Fitur Mewah dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
-
RedMagic 11s Pro Lolos Sertifikasi, Calon HP Gaming Gahar dengan Chipset Kencang
-
5 Tablet Murah di Bawah Rp2 Juta yang Anti Lag buat Multitasking Harian
-
Link dan Cara Daftar Koperasi Merah Putih: Begini Langkah Pendaftaran Online
-
Xiaomi Smart Steam Air Fryer 7L Siap Rilis, Kontrol Memasak Canggih lewat HyperOS
-
43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 16 April 2026: Hadiah OVR Tinggi, Gems, dan Kompensasi Bug
-
HP Infinix Apa yang Kameranya Bagus? Ini 5 Rekomendasi dengan Harga Termurah
-
Berapa Harga HP Nokia Jadul Sekarang? Simak Daftar Harganya di Sini