Suara.com - Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani menyatakan merger dua startup berstatus decacorn dan unicorn yaitu Gojek dan Tokopedia merupakan win-win solution atau sama-sama untung karena akan membawa dampak positif bagi konsumen.
“Berkaitan dengan rencana merger Tokopedia dengan Gojek adalah win-win solution. Kalau saya lihat konsumen yang banyak untung dari gabungnya dua perusahaan ini,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Aviliani menuturkan ekosistem bisnis ini akan terbentuk secara mandiri dengan latar belakang Tokopedia yang merupakan platform jual beli barang, sementara Gojek mempunyai layanan transportasi, makanan, dan lainnya.
“Gojek belum punya e-commerce. Dengan merger maka keduanya semakin besar,” ujarnya.
Tak hanya itu ia menuturkan ekosistem digital lebih kuat berpotensi terbangun dari penggabungan dua entitas tersebut dengan didorong oleh Gojek yang segera menjadi salah satu pemilik Bank Jago.
”Maka toko-toko yang berada dalam Tokopedia bisa dengan mudah mendapat pinjaman dari bank tersebut. Terbangunlah ekosistem digital,” katanya.
Aviliani mengatakan hal tersebut akan terjadi lebih efisien karena tanpa kolaborasi maka masing-masing pihak akan membutuhkan investasi dengan dana yang besar.
”Sedangkan dengan bergabung jadi lebih cepat membangunnya. Maka kalau mau jual sebagian saham buat Gojek tentu untung dapat data banyak dari Tokopedia karena mereka dapat tawarkan kredit ke seller di Tokopedia,” jelasnya.
Meski demikian, lanjutnya, dampak merger ini baik terhadap konsumen maupun perekonomian negara akan tetap bergantung pada beberapa hal yaitu salah satunya adalah jenis dan asal produk yang dijual di Tokopedia.
Baca Juga: Menakar Peluang IPO Tokopedia di 2021
“Sisi ekonomi sangat tergantung apakah penjualan domestik di Tokopedia dioptimalkan. Bila impor maka tidak ada banyak untungnya,” tegas Aviliani.
Oleh sebab itu, ia menegaskan tetap perlu perhatian dan pengawasan terhadap sejauh mana arus perputaran barang di dalam negeri dalam rangka meminimalisir barang impor terutama untuk barang konsumtif.
“Bila hanya impor buat apa. Bila tidak produksi di sini maka nilai tambah kecil,” ujarnya. [Antara]
Tag
Berita Terkait
-
Kelas Menengah Berisiko Gerus Tabungan dan Tambah Utang di Semester II 2026
-
Kelas Menengah RI Tercekik, Ekonom Peringatkan Pemerintah
-
Ekonom Bongkar Kesalahan Fatal Pemerintah, Bikin Ekonomi RI Sulit 'Saingi' Vietnam
-
INDEF Ingatkan Bahlil, Tambahan Kuota Tambang Jangan Asal Tambah Produksi
-
Insentif Kendaraan Listrik Harus Diarahkan ke Mobil Murah dengan TKDN Tinggi
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali