Suara.com - Penelitian terbaru yang diterbitkan di The Astrophysical Journal, mengungkap katai coklat terdekat dengan Bumi yang disebut Luhman 16 B memiliki motif bergaris pada permukaannya.
Pola bergaris tersebut dibentuk akibat atmosfer Luhman 16 B yang didominasi oleh angin berkecepatan tinggi, sehingga mengubah distribusi awan dan membuat objek terlihat bergaris.
Katai coklat sendiri merupakan benda langit yang sering disebut "bintang gagal" karena terlalu besar untuk disebut planet, namun terlalu kecil untuk menjadi bintang.
Dengan menggunakan algoritme dan data baru dari Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) NASA, tim ilmuwan memberikan bukti jelas bahwa katai coklat ini tercakup dalam garis-garis yang sejajar dengan ekuator dan angin berkecepatan tinggi yang mengaduk atmosfer.
"Pola angin dan sirkulasi atmosfer skala besar seringkali memiliki efek yang besar pada atmosfer planet dan sekarang kita tahu bahwa jet atmosfer skala besar juga membentuk atmosfer katai coklat," kata Profesor Daniel Apai, penulis utama studi dari Universitas Arizona, seperti dikutip dari IFL Science, Rabu (13/1/2021).
TESS dirancang untuk menemukan exoplanet baru dengan memantau perubahan kecerahan ribuan bintang secara cermat.
Mengingat sistem Luhman 16 hanya berjarak 6,56 tahun cahaya, TESS dapat digunakan untuk melihat atmosfer objek tersebut.
Dengan mengetahui bagaimana angin bertiup dan mendistribusikan kembali panas di salah satu katai coklat yang paling banyak dipelajari ini, dapat membantu para ahli untuk memahami iklim, suhu ekstrem, dan evolusi katai coklat secara umum.
Baca Juga: NASA Perpanjang Misi Teleskop Pemburu Planet
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Belanja Mainan Toys Kingdom Pakai BRImo dan Dapatkan Potongan Harga 90 Persen
-
Bongkar Hubungan Saksi dengan Dokter Detektif, Kubu dr Richard Lee: Sangat Menguntungkan Kami
-
Sempat Bersitegang Soal Jam Pelayanan, Kasus Senam Puskesmas Patrol Berakhir Damai
-
Hasto PDIP Beberkan Syarat Mutlak Bos BI Baru, Jago Moneter dan Anti Intervensi
-
Strawberry Latte Makeup, Tren Riasan Hangat dengan Sentuhan Berry yang Lagi Naik Daun
-
Mengapa Transportasi Umum Adalah Jawaban Buat Bumi Kita
-
BNN Sumut Bongkar Sebuah Rumah di Helvetia, Total 8 Kg Sabu Disita
-
Tangkap Begal Dapat Rp50 Juta, Wamendagri Wanti-wanti Dedi Mulyadi Soal Koridor Hukum
-
Healing Murah Meriah: Keliling Jakarta Naik Transum
-
Eks Direktur Pelindo Korupsi Pengadaan Kapal Divonis 5 Tahun Penjara