Suara.com - Direktur Eksekutif SAFEnet Damar Juniarto mempertanyakan niatan Pemerintah Pusat untuk merevisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
"Saya mencoba rasional, mencari konteks. Sebab kalau salah memahami, nanti ujung-ujungnya jadi terlalu banyak berharap," kata Damar saat dihubungi Suara.com, Rabu (17/2/2021).
Sejak pertama kali direvisi pada 2016, SAFEnet selalu menyarankan agar UU ITE kembali ditinjau ulang. Sebab, UU tersebut sudah memakan banyak korban.
Sayangnya, saran tersebut tidak ditanggapi. Damar menyatakan Pemerintah Pusat beralasan bahwa UU ITE sudah direvisi.
"Jadi ketika Presiden Joko Widodo kembali membahas UU ITE di Rapat Pimpinan TNI-Polri, itu harus dipahami lebih lanjut. Apakah presiden mau mengeluarkan pedoman penafsiran UU ITE, atau sekalian meminta revisi UU ITE," katanya.
"Bisa juga pelaksanaannya hanya mengeluarkan Surat Edaran dari Kapolri misalnya. Jadi harus dipastikan dulu pernyataan UU ITE ini mau diarahkan ke mana," tambah Damar.
Meski begitu, Damar mengapresiasi pernyataan Pemerintah Pusat mengenai UU ITE. Sebab, ini bisa jadi langkah awal pemerintah dalam meninjau ulang pelaksanaan UU tersebut.
"Kalau menurut saya, jika memang mau direvisi, ya perlu diapresiasi. Sebab korban (dari UU ITE) sudah banyak," pungkas Damar.
Baca Juga: Demokrat Pertanyakan Jokowi Soal Revisi UU ITE: Padahal Bukan Prioritas
Berita Terkait
-
Soal UU ITE, Kapolri: Tak Potensi Konflik Horizontal, Enggak Perlu Ditahan
-
Beberkan 3 Syarat Keadilan, Said Didu: Revisi UU ITE Hanya Penuhi 1 Syarat
-
Koalisi Masyarakat Sipil Dukung Jokowi Revisi UU ITE
-
Roy Suryo: Konsep UU ITE Bukan dari Zaman SBY
-
Kapolri: Kasus UU ITE Tanpa Potensi Konflik Horizontal Tak Perlu Ditahan
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga