Suara.com - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan tim Universitas Gadjah Mada untuk pengembangan GeNose C19 akan membangun sistem untuk pusat pengumpulan seluruh data analisis COVID-19 dari GeNose C19.
"Semua data di seluruh Indonesia itu akan langsung dikirim ke sentral di Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk di UGM diuji lagi apakah program yang ada ini perlu diupdate atau tidak," kata Menristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam konferensi pers secara virtual Hybrid Launching GeNose C19 Inovasi Indonesia untuk Kepariwisataan Indonesia, di Jakarta, Jumat (20/2/2021).
GeNose C19 buatan Universitas Gadjah Mada merupakan alat tes COVID-19 berbasis embusan napas yang menggunakan kecerdasan artifisial. Dengan semakin banyak data yang masuk, maka tingkat akurasi dari kinerja kecerdasan artifisial pada GeNose C19 akan semakin tinggi.
Rencananya, tim UGM juga akan membuat alat khusus untuk menggantikan komputer jinjing yang menjadi alat pendukung saat ini ketika mengoperasikan GeNose C19.
Selain itu, Menristek Bambang berharap agar ke depan ada inovasi untuk menggantikan penampung embusan napas berbahan plastik menjadi lebih ramah lingkungan.
"Saya terus meminta carilah sesuatu yang lebih ramah lingkungan," tuturnya.
Menurut Menristek, GeNose C19 perlu ditempatkan di sektor pariwisata, pabrik dan kantor-kantor untuk melakukan penapisan COVID-19 terhadap orang yang datang berwisata dan para karyawan atau pekerja. Selain itu, GeNose C19 juga bisa digunakan di tempat umum seperti mal, stasiun dan terminal bus.
"Mobilitas orang tentunya tetap harus mengikuti protokol kesehatan tetapi GeNose harapannya bisa membantu mobilitas yang mengikuti protokol kesehatan ini bisa lebih bergerak bisa lebih memulai upaya untuk pemulihan ekonomi," ujarnya. [Antara]
Baca Juga: Kunjungi Stasiun Bandung, Menhub Sebut GeNose C19-nya Beda
Berita Terkait
-
Suhu Bumi Naik 75 Persen, Pakar UGM Ungkap Dampak Cuaca Ekstrem hingga Krisis Pangan
-
Peneliti UGM: Mundurnya Kabais TNI Indikasi Kuat Keterlibatan Institusi dalam Kasus Andrie Yunus
-
BBM Stabil Tapi WFH Digalakkan? Pakar UGM Minta Pemerintah Jujur Soal Kebijakan Kontroversial Ini
-
Mudik Lebaran 2026: Kemenhub Prediksi 143 Juta Pergerakan, Pakar UGM Ingatkan Keselamatan
-
Pakar UGM Kritik Serangan AS ke Iran: Ada Standar Ganda Soal Nuklir Israel
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
-
Redmi 15A 5G Usung Baterai Jumbo, HP Murah Rp2 Jutaan Ini Dapat Update hingga 2032
-
Wamenkomdigi: Jaringan 5G Bakauheni Tetap Andal Saat Arus Balik Lebaran 2026
-
Tecno Spark 50 5G Resmi Dirilis, Baterai 6.500mAh, Desain Ala Pixel, dan Dimensity 6400
-
HP Android Bisa Bertahan Berapa Tahun? Ini 5 Pilihan yang Terbukti Awet
-
Cara Memilih AC yang Nyaman Dipakai Sehari-hari, Bukan Sekadar Dingin
-
PP Tunas Berlaku, Pemerintah Ancam Sanksi Platform Digital yang Tak Patuh
-
DJI Avata 360 Resmi Meluncur: Drone 8K 360 dengan FPV Imersif dan Jangkauan 20 Km
-
6 HP Gaming Murah Maret 2026, Mulai Rp2 Jutaan
-
Amartha Luncurkan Platform Donasi Digital Empower, Dorong Ekonomi Desa dan UMKM