Suara.com - Buat kamu pengguna Google Docs, dapat membuat perubahan pada dokumen dan salinan dari versi sebelumnya disimpan.
Ini memungkinkan kamu mengembalikan perubahan, tetapi jika merasa terlalu banyak salinan dan tidak membutuhkannya, dirimu dapat menyembunyikan atau menghapus riwayat versi.
Dilansir dari How to Geek, Selasa (2/3/2021), berikut ini cara menghapus riwayat versi di Google Document:
1. Cara menyembunyikan riwayat versi dokumen di Google Docs
Sayangnya, tidak mungkin menyembunyikan sepenuhnya riwayat versi dari editor atau kontributor dokumen lain tanpa membuat salinan file terlebih dahulu.
Namun, jika ingin membatasi akses ke riwayat versi tanpa melakukan ini, kamu harus membatasi akses ke mode View-only.
Buat pengguna dengan akses View-only ke dokumen di Google Docs dapat melihat salinan saat ini, tetapi tidak dapat melihat riwayat versi atau mengembalikan perubahan.
Untuk mengalihkan dokumen ke mode View-only, buka dokumen dan klik tombol Share di pojok kanan atas.
Pada halaman pengaturan berbagi, undang pengguna lain untuk melihat file dengan mengetik alamat email di dalam kotak Add People and Groups.
Baca Juga: Ikuti Siri dan Google Assistant, Facebook Juga Punya Asisten Pintar
Setelah alamat email dimasukkan, kotak opsi berbagi akan diperbarui. Pilih Viewer dari menu drop-down, lalu ketik pesan untuk ditambahkan ke undangan pada kotak Message, dan klik Send untuk mengirim undangan.
Cara lainnya, klik opsi Change to Anyone With the Link (Ubah ke siapa saja yang memiliki tautan). Pengaturan ini akan memberi siapa pun yang memiliki dokumen URL akses untuk melihat dokumen.
Untuk memastikan akses dalam mode View-only, pilih Viewer dari menu drop-down. Untuk menyalin link ke clipboard, pilih opsi Copy Link. Langkah terakhir, klik Done untuk menyimpan pengaturan baru.
Dengan akses View-only diaktifkan, siapa pun yang memiliki tautan dokumen atau undangan langsung untuk melihat dokumen akan dapat melihat konten file, tetapi tidak akan dapat melihat riwayat versinya.
2. Cara menghapus riwayat versi dokumen di Google Docs
Jika ingin sepenuhnya menghapus riwayat versi dokumen Google Documents, pengguna perlu membuat salinannya.
Berita Terkait
-
Makin Kreatif di Dapur, Dua Resep Ini Paling Dicari Google selama 2020
-
Formulir Ini Tanyakan Jenis Kelamin Ayah Kandung, Publik Ikut Gagal Paham
-
Australia Sahkan UU yang Paksa Media Sosial Bayar Konten Perusahaan Media
-
Selama Pandemi, Hal Ini Paling Dicari Warganet di Laman Google Search
-
Mark Zuckerberg Bersama CEO Google dan Twitter Dipanggil DPR AS, Ada Apa?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Makin Sengit, Honor dan Redmi Bersaing Rilis HP Baterai Jumbo hingga 12.000 mAh
-
Motorola Razr Fold Segera ke Pasar Asia, Bawa RAM 12 GB dan 16 GB
-
6 HP Midrange Terbaru Gahar Bersiap ke Indonesia: RAM 12 GB, AnTuTu Tembus 3 Juta
-
Bocoran Assassin's Creed Invictus Dibantah Ubisoft: Drama Kebenaran di Era AI
-
Xiaomi Unggah Teaser Redmi S: Kasta Misterius, Setara POCO X Series?
-
7 HP Snapdragon Terbaru yang Masuk Indonesia 2026, Spek Premium dan Performa Ngebut
-
Shokz OpenFit Pro Resmi Meluncur di Indonesia, Headphone Open-Ear Canggih dan Baterai 50 Jam
-
Fans Timnas Merapat Rizky Ridho Hadir di Game Total Football VNG
-
Viral Homeless Media Bantah Kolaborasi dengan Bakom RI Qodari: Narasi hingga Indozone Buka Suara
-
Serangan Spyware di Asia Tenggara Naik 18 Persen, Indonesia Jadi Target Utama Hacker