Suara.com - Situs genealogi MyHeritage memperkenalkan alat yang menggunakan teknologi deepfake untuk menghidupkan kembali orang yang telah meninggal. Laman tersebut bisa membuat foto lawas menjadi tampak hidup.
Di situs MyHeritage, tokoh-tokoh bersejarah seperti Ratu Victoria dan FLorence Nightingale dihidupkan kembali. Awal Februari lalu, MyHeritage mengunggah video Abraham Lincoln di YouTube sebagai momentum perayaan ulang tahun.
Dalam unggahan YouTube itu, Mantan Presiden Amerika Serikat ini tampak berwarna dan ditampilkan berbicara. Lincoln terlihat mempromosikan situs MyHeritage sekaligus memperkenalkan fitur deepfake baru tersebut.
Fitur Deepfake pada situs MyHeritage ini dimaksudkan agar orang-orang bisa bernostalgia dengan kerabat atau leluhur mereka yang telah meninggal.
"Fitur ini ditujukan untuk penggunaan nostalgia, yaitu untuk menghidupkan kembali leluhur tercinta," tulisnya dalam FAQ tentang teknologi baru tersebut, dikutip dari BBC, Selasa (2/3/2021).
Deepfake sendiri merupakan sebuah video yang dibuat dari kecerdasan buatan (artificial intelligence). Teknologi AI bisa menyatukan foto maupun video yang dibuat sebelumnya dan dimodifikasi kembali. Teknologi ini bisa menggerakkan wajah dan isyarat mereka sesuai kebutuhan.
Perusahaan di balik situs MyHeritage, DeepNostalgia mengakui kalau beberapa orang mungkin menganggap fitur itu menyeramkan. Namun beberapa lainnya juga mengatakan bahwa itu adalah sebuah hal ajaib.
DeepNostalgia juga menegaskan bahwa mereka tidak akan memasukkan ucapan dalam fitur Deepfake di situs demi menghindari penyalahgunaan atau penipuan.
"Hasilnya bisa jadi kontroversial, dan sulit untuk tetap acuh tak acuh pada teknologi ini," katanya
Berita Terkait
-
5 Cara Mengenali Deepfake Call agar Terhindar dari Penipuan Berbasis AI
-
Penipuan Digital Ramadan 2026 Meningkat, Waspadai Phishing, APK Palsu, dan Deepfake
-
AI Bikin Wajah dan Suara Bisa Dipalsukan, Internet Kini Butuh Proof of Human
-
Deepfake, AI, dan Ancaman Baru untuk Demokrasi Digital
-
Dibalik Pemblokiran Grok: Mengapa Regulasi AI Sangat Penting bagi Keamanan Digital?
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Data Transaksi Digital Kompleks, Data Center ISC Makin Canggih
-
42 Kode Redeem FC Mobile 15 April 2026, Daily Gifts Pemain 117 dan 1.000 Rank Up Menanti
-
Harga Google Pixel 9 Terbaru April 2026 di Indonesia, Ini Keunggulannya
-
Bocoran iPhone 18 Pro, Apple Siapkan Warna Merah Tua, Android Diduga Menyalip Lebih Dulu!
-
6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
-
Segera Rilis, Laptop Gaming Honor WIN H9 Andalkan Intel Core Ultra dan RTX 5070 Ti
-
72 Kode Redeem FF Max Terbaru 15 April: Klaim Arrival Animation dan Gloo Wall Undersea
-
Terpopuler: Bocoran Harga HP Gaming Redmi K90 Max, 5 HP Vivo Kamera Bagus dan RAM Besar
-
Beasiswa Digital Talent 2026 Dibuka untuk 2.200 Peserta
-
23 Kode Redeem FC Mobile 14 April 2026, Kejutan Spesial EA dan Persiapan Event Baru