Suara.com - Usai diblokir Amerika Serikat, Huawei terus mengalami penurunan di pangsa pasar smartphone global.
Merek China lainnya, Xiaomi, pelan-pelan mulai menggeser Huawei dan memanfaatkan peluang tersebut.
Menurut laporan Phone Arena, Kamis (25/3/2021), Xiaomi telah mengumumkan bahwa pendapatan per tahunnya (YoY) naik 36,7 persen pada Desember 2020 dari tahun sebelumnya.
Angka tersebut mencapai 3,2 miliar yuan atau Rp 7 triliun dengan pendapatan total 70,5 miliar yuan atau Rp 155,8 triliun.
Peningkatan pendapatan ini disebabkan dari penjualan smartphone Xiaomi.
Perusahaan menyebut pendapatan dari ponsel naik 32 persen dalam pengiriman selama kuartal empat 2020.
Sementara dibandingkan 2019 lalu, penjualan smartphone Xiaomi naik 38,4 persen. Angka ini diperoleh karena pelanggan disebut menyukai model smartphone yang lebih mahal.
Kesuksesan perusahaan di China juga dihasilkan dari pelanggan Huawei yang diyakini beralih ke Xiaomi.
Di negara tersebut, Xiaomi telah mengirimkan 52 persen lebih banyak smartphone pada kuartal empat 2020 dibandingkan kuartal yang sama pada 2019 sekaligus meningkatkan pangsa pasarnya hingga hampir 15 persen.
Baca Juga: Siap-siap! HP Baru Xiaomi Masuk Indonesia 30 Maret, Redmi Note 10?
Xiaomi juga ambil untung dari kejatuhan Huawei di Eropa. Selama kuartal akhir 2020, Xiaomi berhasil menduduki peringkat ketiga sebagai vendor smartphone terbesar. Posisinya ini berada di belakang Apple dan Samsung.
Terlepas dari kesuksesan ini, Xiaomi tetap terancam bakal kekurangan chip global yang berdampak pada beberapa produknya, tak hanya smartphone.
Presiden Xiaomi Wang Xiang menyebut kekurangan chip ini akan menjadi tantangan besar untuk tahun ini dan tahun depan.
Meski begitu, Xiaomi masih berharap bakal bisa mengatasinya untuk tahun ini.
Tak hanya Xiaomi Global, Country Director Xiaomi Indonesia Alvin Tse juga berkomitmen, untuk tetap memprioritaskan pengiriman smartphone ke Indonesia, meski dunia sedang dilanda krisis chipset.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan