Suara.com - Beragam fenomena antariksa telah berlangsung sejak awal tahun 2021. Kita akan segera menyambut datangnya bulan keempat tahun 2021 dengan dua fenomena antariksa April di langit.
Dilansir dari laman resmi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) pada Selasa (30/03/2021), akan terjadi fenomena konjungsi bulan - antreas dan fase bulan perbani di awal April 2021 ini.
Berikut ini adalah penjelasan terkait 2 fenomena antariksa April yang akan terjadi di awal bulan.
Konjungsi Bulan - Antreas
Puncak fenomena konjungsi bulan - Antreas berlangsung pada 2 April 2021 mendatang. Untuk wilayah Indonesia berdasarkan zona waktu, konjungsi bulan - antreas terjadi pada pukul 03.49 WIB atau 04.49 WITA atau 05.49 WIT.
Fenomena antariksa ini dapat disaksikan sejak 1 April 2021 pada pukul 21.45 berdasarkan zona waktu setempat. Dari arah timur - tenggara berakhir dari arah barat - barat daya hingga fajar bahari di keesokan paginya.
Menurut keterangan LAPAN, adapun sudut pisahnya antara 6,64° hingga 4,58°. Sedangkan magnitudo Anteras yaitu +1,05. Adapun Fraksi Iluminasi Bulan (Bulan Susut atau Cembung Akhir) antara 79,3% hingga 77,2%.
Fase Perbani Akhir
Fenomena antariksa berikutnya di bulan April ini merupakan salah satu fase dimana bulan berkonfigurasi antara matahari, bumi, dan bulan yang terjadi setelah fase bulan purnama. Hasilnya membentuk sudut siku-siku (90°).
Baca Juga: Arus Laut di Bulan Saturnus Mirip di Bumi, Ada Tanda Kehidupan?
Puncak fenomena ini terjadi pada 4 April 2021 tepatnya pukul 17.02.27 WIB atau 18.02.27 WITA atau 19.02.27 WIT. Fenomena bulan perbani akhir dapat disaksikan saat terbit sebelum tengah malam dari arah timur - tenggara.
Menurut penjelasan LAPAN, kulminasi arah selatan terjadi menjelang matahari terbit dan akan terbenam di arah barat-barat daya sekitar pertengahan hari. Jarak bulan dari bumi (geosentrik) mencapai 376.541 km dan tepat berada di sekitar konstelasi Sagitarius.
Demikian informasi mengenai fenomena antariksa April 2021 yang bersumber dari LAPAN. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Yulia Kartika Dewi
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
5 Pilihan Tablet RAM 16 GB Memori 512 GB Paling Murah untuk Kerja
-
Xiaomi 17T Series Lolos Sertifikasi TKDN: Bersiap ke Indonesia, Usung Chipset Anyar
-
Peta Sebaran 'Amukan' Topik Tyas dan LPDP: Lebih Banyak di X, Netizen TikTok Kurang Peduli
-
Daftar Harga iPhone Terbaru Jelang Lebaran 2026, Lengkap Semua Seri
-
69 Kode Redeem FF Aktif 24 Februari 2026: Klaim Crimson dan Gloo Wall Ramadhan Gratis
-
Begini Kebijakan Kemenkeu RI Buntut Viralnya Dwi Sasetyaningtyas, LPDP Trending
-
Infrastruktur Digital Jadi Penentu Bisnis Ritel dan F&B
-
Penampakan Xiaomi 17 Ultra Leica Edition Versi Global Terungkap Jelang Perilisan
-
17 HP Murah Redmi dan POCO dapat HyperOS 4 Berbasis Android 17, Ada Fitur Baru
-
MPL ID Season 17 Kapan Dimulai? Ini Bocoran Jadwal dan Roster Tim Mobile Legends