Suara.com - Para ilmuwan menobatkan seekor burung paling Instagramable di dunia menurut ilmu sains.
Disebut frogmouth atau paruh-kodok, burung ini adalah sekumpulan burung nokturnal yang masih terkait dengan spesies burung cabak.
Frogmouth ditemukan dari subkontinen India menuju Asia Tenggara hingga Australia.
Burung ini dinamai seperti itu karena paruhnya yang besar, bengkok, dan pipih sebesar mulut kodok saat menangkap serangga.
Burung bermuka Muppet ini pernah disebut sebagai burung yang tampak paling malang di dunia dalam sebuah makalah 2004, diterbitkan di jurnal Nature Australia.
Sekarang, para ilmuwan menulis di jurnal i-Perception dengan menyebutnya sebagai burung paling Instagramable di dunia.
Istilah Instagramable sendiri adalah sesuatu yang bisa atau layak untuk dibagikan ke Instagram dalam bentuk foto ataupun video.
Ini bukan karena frogmouth muncul di lebih banyak foto Instagram daripada jenis burung lainnya.
Dalam penelitian ini, foto frogmouth hanya muncul sebanyak 65 foto di antara lebih dari 27.000 foto burung di Instagram.
Baca Juga: Indonesia Jadi Target Program Restorasi Terumbu Karang Terbesar di Dunia
Tetapi menariknya, dalam 65 foto tersebut, frogmouth mendapatkan jumlah Like atau suka lebih banyak daripada spesies burung lainnya, berdasarkan jumlah pengguna yang kemungkinan melihat foto-foto itu.
Dalam studi ini, para peneliti melihat foto yang diunggah oleh sembilan akun mengenai burung yang paling banyak diikuti di Instagram.
Untuk menilai Instagrammabilitas burung, para peneliti menghitung jumlah suka yang diprediksi untuk setiap foto, berdasarkan waktu unggahan itu diposting dan jumlah audiens akun tersebut.
Foto yang mendapat jumlah suka lebih banyak dari yang diharapkan mendapat skor positif, sedangkan foto yang mendapat lebih sedikit jumlah suka mendapat skor negatif.
Beberapa faktor estetika tampaknya memberikan skor yang lebih tinggi. Tim juga menemukan bahwa burung cenderung mendapat jumlah suka lebih banyak jika penampilannya semakin unik.
Dilansir dari Live Science, Kamis (6/5/2021), selain frogmouth, burung dengan skor tinggi lainnya mencakup merpati warna-warni.
Sementara jenis burung yang mendapatkan skor paling rendah adalah burung sandpiper dan oystercatcher, disusul burung bangau dan burung nasar.
Berita Terkait
-
Ilmuwan Temukan Planet Neraka, Temperaturnya Bisa Mencairkan Logam
-
Ilmuwan Temukan Dua Kucing Positif Virus Corona
-
Para Ilmuwan Kumpulkan Celana Dalam untuk Dikubur, Ini Tujuannya
-
Diklaim Bisa Bantu Krisis Iklim, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia
-
Begini Cara Unik Ilmuwan Selidiki Atmosfer Planet Asing
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Rumus Volume Kerucut Lengkap dengan Cara Hitung Paling Gampang
-
Beban Perubahan di Pundak Mahasiswa: Sampai Kapan Rakyat Menitipkan Harapan?
-
Transisi Status PPPK Dimulai Awal 2027, Komisi X DPR Minta Para Guru Tak Lagi Resah
-
Merdeka dari People Pleasing: Mengapa Gen Z Harus Mulai Belajar Berkata 'Tidak'
-
Kekerasan Seksual di Perkebunan Sawit seperti Gunung Es, Perlindungan Buruh Masih Minim
-
Makna Lagu "Great Expectation" Sienna Spiro, Ketika Cinta Tejebak Ekspetasi
-
Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Sudah Sampai Malaysia, Sekolah di Sarawak Ditutup
-
Guns N' Roses Kembali ke Jakarta dan Kenangan Masa Remaja Saya
-
Warga Jakarta Bayar Mahal Udara Kotor, Revisi Aturan Pencemaran Masih Terpinggirkan
-
Rupiah Kian Menguat, Destry Damayanti: Respons Kebijakan Stabilisasi BI