Suara.com - Sebuah tim peneliti menemukan adanya empat celah kerentanan kriptografi yang muncul di aplikasi pesan populer Telegram.
Mulai dari celah yang sepele hingga rentan dieksploitasi.
Salah satu yang paling signifikan adalah apa yang disebut peneliti sebagai celah kerentanan “crime-pizza”.
Celah ini membuka peluang ke hacker untuk mengubah urutan pesan yang datang dari pengirim, ke server cloud yang dioperasikan Telegram.
Mengutip Cyberscoop, Selasa (20/7/2021), celah ini dapat memanipulasi pesan yang seharusnya menjawab chat lain.
Misalnya, jika pengguna menjawab pesan 'ya' untuk 'pizza' dan 'tidak' untuk 'kejahatan', maka pesan itu bisa diubah sebaliknya.
Disebutkan juga bahwa penyerang dapat membedakan mana dari dua pesan yang dienkripsi oleh pengirim atau server, meskipun mereka memerlukan tindakan khusus untuk melakukannya.
Telegram sendiri mengandalkan protokol enkripsi bernama MTProto ketimbang yang lebih banyak digunakan seperti Transport Layer Security (TSP).
Peneliti menganggap protokol enkripsi yang digunakan Telegram tidak aman 100 persen terhadap eksploitasi.
Baca Juga: Kamu Wajib Tahu! Kenali 5 Fitur Keamanan Telegram Ini
Di sisi lain, Telegram mengklaim telah memperbaiki celah kerentanan yang ditemukan peneliti.
Dalam laporan yang diunggah di blog resmi, mereka mengatakan empat celah tersebut tidak lagi relevan.
"Secara keseluruhan, tidak ada perubahan yang kritis, karena tidak ada cara untuk menguraikan atau merusak pesan yang ditemukan," kata Telegram.
Lebih lanjut, Telegram juga menerima setiap temuan baru yang membantu mereka untuk lebih meningkatkan keamanan protokolnya.
Berita Terkait
-
Cara Mendapatkan Centang Verifikasi Telegram
-
Bareskrim Tunggu Laporan Novel Baswedan Soal Peretasan Telegram
-
Boyamin MAKI: Aksi Peretasan jadi Salah Satu Cara Keluarkan Novel dari KPK
-
Polri Mesti Usut Kasus Peretasan Novel, SAFEnet: Jangan Bilang Hal Biasa
-
Akun Telegram Novel Baswedan Dibajak: Bukan Lagi Dalam Kendali Saya
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026
-
BNI Perkuat Akses Hunian Masyarakat Lewat Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi