Suara.com - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) meyakini pembajakan akun telegram penyidik Senior KPK Novel Baswedan dan Direktur Pembinaan Jaringan kerja antar Komisi dan Instansi KPK Sujanarko tak lepas dari perjuangan mereka bersama 73 pegawai lainnya untuk kembali aktif di lembaga antirasuah.
"Kalau lagi tidak ada masalah pasti mereka juga tidak dibajak. Itu kan dalam rangka menggangu hubungan Novel dan Sujanarko dengan teman-teman yang lain dalam menuangkan aspirasi untuk kembali aktif di KPK," ungkap Boyamin kepada Suara.com, Jumat (21/5/2021).
Apalagi, kata Boyamin, disebut banyak pihak yang ingin sekali Novel dan kawan-kawan keluar dari lembaga antirasuah. Namun, ternyata perjuangan Novel bersama pegawai lainnya yang tak lulus menjadi aparatur sipil negara (ASN) mendapat dukungan dari Presiden Joko Widodo. Maka itu, kata Boyamin, segala cara dilakukan oleh pihak-pihak yang ingin sekali Novel keluar dari KPK.
"Tapi tidak diperhitungkan ternyata presiden memberikan perlindungan. Maka mereka tambah gencar melakukan serangan dan melakukan gangguan untuk dengan harapan Novel nanti tetap out dkk. Jadi prosesnya pembajakan ini salah satu bentuk mengeluarkan Novel dari KPK," ucap Boyamin.
Dengan cara seperti itu, kata Boyamin, dianggap akan semakin melemahkan perjuangan Novel dan Sujanarko. Palagi, sejumlah koalisi masyarajat sipil dari ICW juga mendapatkan teror peretasan nomor telepon. Maka, cara-cara itu dipakai untuk meredam Nobel dan kawan-kawan untuk melakukan perjuangan demi hak-hak mereka di KPK.
"Karena mereka nanti perjuangan ini semakin lemah, antar mereka 75 orang itu dan juga yang dari ICW dan beberapa pimpinan KPK dibajak dan perjuangan mereka supaya melemah dan lama-lama hilang," kata Boyamin
Adapun pihak-pihak yang dimaksud Boyamin ialah bukan dari internak KPK sendiri. Namun, pihak-pihak luar yang ingin memanfaatkan situasi agar Novel dapat keluar dari KPK.
"Dan ini prinsipnya orang luar loh yaa. Bukan orang dalem. Jadi, saya tidak menuduh orang dalam pimpinan KPK ya bukan. Jadi orang-orang luar yang berkhendak Novel itu keluar," kata dia.
Akun Novel Diretas
Baca Juga: Sejumlah Aktivis hingga Novel Diretas, SAFEnet: Ini Serangan Terarah
Sebelumnya, Novel mengaku jika akun Telegram pribadinya telah dibajak, Kamis malam. Pengakuan itu disampaikan Novel melalui akun Twitter-nya, @nazaqistsha.
Lewat cuitannya itu, Novel mengaku tak lagi bisa mengakses akun Telegramnya sejak pukul 20.22 WIB.
"Akun telegram saya dibajak sejak pukul 20.22 WIB hari ini sehingga tidak lagi dibawah kendali saya," kata Novel dini hari.
Tak hanya Novel, akun Telegram milik Direktur Pembinaan Jaringan kerja antar Komisi dan Instansi KPK, Sujanarko juga ikut diretas. Novel mengatakan, Sujanarko tidak dapat mengendalikan telegramnya tersebut sejak pukul 20.31 WIB.
Setelah akun Telegram pribadinya diretas, Novel meminta agar semua orang tidak mempercayai jika ada yang menghubungi dengan mengatasnamakan dirinya.
"Bila ada yang dihubungi gunakan akun tersebut, itu bukan kami," tutup Novel
Adapun dugaan aksi pembajakan kedua akun milik Sujanarko dan Novel tak lepas dari polemik 75 pegawai KPK yang telah dinonaktifkan dari jabatannya.
Diketahui, kedua orang ini juga merupakan perwakilan dari 75 pegawai KPK yang tengah memperjuangkan haknya sebagai bagian dari insan KPK. Novel dan Sujanarko juga diketahui menjadi bagian dari pegawai KPK yang tak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK), syarat beralih status menjadi ASN. Namun, Novel Dkk mempertanyakan TWK yang dianggap penuh kejanggalan.
Dugaan pembajakan nomor telepon keduanya terjadi setelah perwakilan 75 pegawai KPK yang melaporkan pimpinan KPK ke Dewan Pengawas dan Ombudsman RI.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026