Suara.com - Petinggi NASA mengumumkan bahwa badan antariksa itu tidak akan mundur dari misi pendaratan manusia di Bulan, meskipun ada penundaan besar yang terjadi baru-baru ini.
Pernyataan itu disampaikan oleh Administrator NASA Bill Nelson pada 24 Agustus dalam Simposium Luar Angkasa tahunan ke-36.
Misi pendaratan manusia ke Bulan yang disebut Artemis ini memiliki lebih banyak hambatan, termasuk penundaan dan masalah pada pakaian antariksa baru.
Terlepas dari kendala itu semua, Nelson mendorong perkembangan dengan kecepatan penuh dalam misi Bulan.
Menurutnya, Covid-19 juga telah menyebabkan gangguan pada misi ini.
"Tapi ingat kembali apa yang dikatakan Presiden John F. Kennedy, kami memilih untuk pergi ke bulan dalam dekade ini bukan karena itu mudah, tetapi karena itu sulit. Kita bisa melakukan hal-hal sulit tersebut," kata Nelson, dikutip dari Space.com, Kamis (26/8/2021).
Terkait dengan pakaian luar angkasa baru, Kantor Inspektur Jenderal (OIG) NASA menemukan bahwa tidak dapat memenuhi memproduksi yang generasi berikutnya, disebut Exploration Extravehicular Mobility Unit (xEMU) tepat waktu, untuk digunakan para astronot yang akan pergi ke Bulan.
Salah satu kendala lainnya yang menjadi hambatan NASA adalah gugatan federal dari Blue Origin yang mengharuskan NASA menghentikan semua pekerjaan, terkait pengembangan pendarat Bulan yang disebut Sistem Pendaratan Manusia (HLS).
Agensi tersebut juga memiliki satu kendala besar dalam upayanya untuk memenuhi tujuan peluncuran misi Bulan pada 2024.
Baca Juga: SpaceX Optimis Siap Kirim Manusia ke Bulan sebelum 2024
Seperti yang telah dijelaskan Nelson, pandemi juga menyebabkan keterlambatan pasokan.
Tetapi Nelson mengatakan ia tetap optimis bahwa NASA dapat memenuhi tantangan ini.
Berita Terkait
-
Gunakan Ide Publik untuk Misi Bulan, NASA Bagikan Hadiah Rp7,2 Miliar
-
Penjelajah NASA Temukan Batuan Asin, Potensi Ungkap Iklim Kuno di Planet Mars
-
Dukung Penjelajah, Helikopter NASA di Mars Lakukan Penerbangan Berisiko
-
Kontrak Pendarat Bulan Ditolak, Jeff Bezos Gugat NASA
-
Cari Bukti Kehidupan, Jepang Akan Kirim Misi ke Bulan Terbesar Mars
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Muhammad Yusuf Ateh Resmi Jadi Komisaris Telkomsel, Perkuat Strategi 5G dan Transformasi Digital
-
Terpopuler: Harga HP Terbaru di 2026, 5 HP Paling Worth It Mulai Rp1 Jutaan
-
iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy S26 Ultra, Mana yang Cocok untuk Anda?
-
Dolar Melejit, Ini 5 HP Paling Worth It di 2026: Ada yang Cuma Rp1 Jutaan
-
Update Harga HP Baru Rilisan 2026 dari Berbagai Merek, Mulai Rp1 Jutaan
-
23 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Mei 2026: Spesial Akhir Pekan Banjir Rank Up Koin
-
38 Kode Redeem FF Terbaru 31 Mei 2026: Klaim Cepat SG2 Golden dan MP40 Cobra
-
Terpopuler: HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik, Fenomena Langka Blue Moon pada 31 Mei 2026
-
Snapdragon C Resmi Diumumkan, Prosesor Baru Qualcomm untuk Laptop Murah, Baterai Tahan Seharian
-
Viral Game Simulasi Kereta Buatan Indonesia Banjir Pujian di Jepang, Grafis Menawan!