Suara.com - SpaceX berencana meluncurkan pesawat ruang angkasa kargo Dragon ke laboratorium yang mengorbit Sabtu pagi (28/8/2021) dengan 4.800 pon (2.200 kilogram) pasokan untuk awak Ekspedisi 65.
Tapi, alam berkata lain dan badai di dekat lokasi peluncuran membuat SpaceX menunda peluncuran sekitar 24 jam, dilansir dari Space.com, Minggu (29/8/2021).
"Cuaca tidak mendukung kami hari ini. Kendaraan, baik Dragon maupun Falcon tetap sehat,” kata supervisor produksi SpaceX Andy Tran selama siaran web langsung dari upaya peluncuran Sabtu kemarin.
SpaceX dan NASA membatalkan peluncuran hanya beberapa menit sebelum roket Falcon 9 yang membawa pesawat kargo Dragon dijadwalkan lepas landas dari Kompleks Peluncuran 39A NASA yang bersejarah di Kennedy Space Center di Florida, pada pukul 3:37 EDT (0737 GMT), Sabtu waktu setempat.
Prakiraan cuaca telah memperkirakan 60 persen, kemungkinan cuaca peluncuran yang tidak menguntungkan sebelumnya pada Jumat (27/8/2021) dan badai Florida tidak hilang saat jendela peluncuran mendekat.
"Cuaca adalah cerita yang terus memburuk, sayangnya," kata juru bicara NASA Joshua Santora saat siaran peluncuran NASA TV.
"Kami membuka pertunjukan dengan situasi yang membuat kami memiliki peluang 60 persen untuk melanggar aturan awan kumulus, tetapi sejak pertunjukan kami dimulai, kami memiliki beberapa masalah lain yang muncul," kata Santora.
"Kami juga sedang melacak aturan awan landasan dan aturan medan listrik permukaan yang terlampir," tambahnya.
Peluang peluncuran berikutnya untuk peluncuran kargo Dragon adalah pada Minggu pukul 3:14 pagi EDT (0714 GMT) waktu setempat.
Baca Juga: Dampak Pandemi, SpaceX Khawatir Kekurangan Pasokan Oksigen Cair
Buat kamu yang ingin menyaksikan peluncuran langsung bisa melalui NASA TV atau situs web SpaceX.
Berita Terkait
-
Elon Musk Bangga Banget, Starship SpaceX Diklaim Jadi Roket Tertinggi di Dunia
-
Elon Musk Siap Luncurkan Starship ke Orbit untuk Pertama Kalinya
-
CEK FAKTA: Beredar Video Peluncuran Matahari Buatan China, Benarkah?
-
Gandeng SpaceX, NASA Akan Luncurkan Misi ke Bulan Jupiter
-
Telkom Jajaki Penggunaan Starlink dari SpaceX untuk Penyediaan Internet di Indonesia
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026
-
HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil
-
7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik
-
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
-
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris
-
Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru
-
4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta: Performa Mantap, Anti Lowbat Seharian
-
Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan, Siap Tantang Pasar Kacamata AI
-
AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation