Suara.com - Perusahaan startup California Bay Area, Astra, melakukan percobaan ketiga untuk uji penerbangan orbital pada 28 Agustus dengan meluncurkan roket Launch Vehicle 0006 dua tahap.
Namun, roket mengalami masalah sekitar 2 menit 28 detik setelah lepas landas.
Anomali terlihat ketika roket melayang ke samping, bukan naik seperti pada umumnya.
Tetapi, roket itu mampu terbang tinggi ke langit Alaska, mencapai ketinggian sekitar 33 kilometer sebelum dimatikan.
Launch Vehicle 0006 awalnya dijadwalkan untuk diluncurkan dari Pacific Spaceport Complex di Kodiak, Alaska pada 27 Agustus.
Namun, peluncuran itu ditunda hingga 28 Agustus setelah sistem panduan roket mengalami kegagalan.
Dilansir dari The Verge, Senin (30/8/2021), pembatalan awal disebabkan oleh masalah konfigurasi mesin.
Sayangnya, upaya peluncuran kedua juga gagal mencapai orbit, tetapi CEO Astra Chris Kemp masih tampak optimis.
"Itu mungkin tidak berhasil, tetapi penerbangan ini membuat kami belajar banyak sekali," kata Kemp kepada CNBC.
Baca Juga: Badan Antariksa India Gagal Luncurkan Satelit Pemantau Bumi
Kemp menambahkan bahwa upaya tersebut memberikan sejumlah besar data yang akan ditinjau dan Astra dapat menggunakan informasi yang telah dipelajari untuk diterapkan pada Launch Vehicle 0007, yang saat ini dalam produksi.
Menurut Space.com, Astra akan melakukan banyak peluncuran dalam beberapa bulan dan tahun mendatang, jika semuanya berjalan sesuai rencana.
Peluncuran terbaru ini sendiri adalah yang pertama dari dua yang dipesan oleh Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat, di mana uji kedua diharapkan lepas landas pada akhir tahun.
Perusahaan itu juga meneken kontrak dengan NASA untuk meluncurkan misi TROPICS, yang bertujuan mempelajari pembentukan dan evolusi badai menggunakan enam cubesats, yang akan diluncurkan Astra pada tahun depan.
Berita Terkait
-
Video Detik-detik Istana Kepresidenan Afghanistan Dihujani Roket Saat Salat Idul Adha
-
China Akan Kirim 23 Roket Raksasa ke Antariksa untuk Hadang Asteroid Penghancur Bumi
-
Terungkap! Ini Penyebab Roket SpaceX Meledak
-
CEK FAKTA: Viral Info Peluncuran Roket SpaceX ke Luar Angkasa Cuma Editan, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Cristiano Ronaldo Sumbang Gaji Bantu Hamas Beli Roket?
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Redmi Headphones Neo Muncul di Toko Online: Harga Kompetitif, Baterai Tahan 72 Jam
-
4 Tablet Terbaru Pesaing iPad Mini April 2026: Performa Kencang, AnTuTu Tembus 4 Juta
-
Harga Terjun Bebas! Ini 7 HP Flagship yang Turun Harga Drastis di April 2026
-
76 Kode Redeem FF Max Terbaru 26 April 2026: Klaim Bundel Gintoki dan VSK94 Undersea
-
iPhone 15 Bisa Dipakai sampai Tahun Berapa? Intip Harga Terbaru April 2026
-
Rincian Update Crimson Desert: Ada 3 Mode Baru dan Peningkatan Gameplay
-
HP Murah Realme C100 Series Bersiap ke Indonesia, Baterai Jumbo 7.000-8.000 mAh
-
Game Ragnarok Origin Classic Umumkan Update Sakura Vows, Ini Fitur Barunya
-
Assassins Creed Black Flag Resynced Rilis Juli 2026, Hadirkan Mekanisme Anyar
-
Dimensity 7450 Series Debut: Dukung Kamera 200 MP, Perekaman 4K, dan Fitur Gaming