Suara.com - Sebanyak 1,4 juta toko di Ibu Kota telah memanfaatkan sistem pembayaran berbasis digital, Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) dari target sekitar 2,2 juta toko akhir 2021.
“QRIS bisa dipakai di berbagai usaha apa pun, apalagi usaha kecil,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta Onny Widjanarko dalam diskusi perluasan QRIS pada forum Jakreatifest di Jakarta, Senin (30/8/2021).
Ia mengajak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memanfaatkan teknologi sistem pembayaran tersebut. BI selaku regulator memberikan relaksasi di antaranya gratis biaya transaksi (Merchant Discount Rate/MDR) hingga Desember 2021.
Sebelumnya, MDR yang dibebankan kepada toko UMKM sebesar 0,4 persen setiap transaksi dan untuk umum sebesar 0,7 persen. Tak hanya itu, QRIS juga memudahkan pencatatan transaksi hingga dapat menjadi data/basis transaksi dalam laporan keuangan.
“Bank kalau memberikan kredit, akan melihat proses usahanya bagaimana? Ini sudah terjadi di Thailand, bank memberikan kredit kepada UMKM tidak berdasarkan agunan nanti pakai data transaksi,” katanya.
Sementara itu, untuk batas transaksi juga sudah dinaikkan dari awalnya setiap transaksi Rp 2 juta saat ini menjadi Rp 5 juta.
Bank sentral ini menggencarkan sosialisasi kepada pelaku usaha termasuk ke pasar yang dikelola Pemprov DKI Jakarta hingga perguruan tinggi untuk penggunaan QRIS.
Meski demikian, pihaknya masih mengalami sejumlah kendala penerapan QRIS di DKI Jakarta, di antaranya terkait sinyal terutama usaha yang berada di lantai bawah tanah.
“BI bikin penguat sinyal, setelah itu akhirnya mereka pakai QRIS,” katanya.
Baca Juga: Dalam Tiga Hari, Rp7,67 Triliun Modal Asing Masuk ke Indonesia
Selain sinyal, beberapa pasar induk di Jakarta juga belum menggunakan QRIS karena setiap transaksi dalam jumlah besar di atas Rp 10 juta, sedangkan minimal transaksi di QRIS baru Rp 5 juta.
Begitu juga dengan mal/pusat perbelanjaan dengan nominal transaksi besar sehingga sebagian besar menggunakan kartu kredit/debit.
“Kami nanti cocokkan kemampuan sekali transaksi QRIS untuk membeli barang itu berapa dan QRIS ini segmennya dimana. Tidak semua alat pembayaran itu cocok di semua segmen,” katanya. [Antara]
Berita Terkait
-
Banjir Sumatera Terparah 2025, Gubernur BI Ajak Masyarakat Sisihkan Rezeki untuk Membantu
-
BRI Sabet Penghargaan Bergengsi di BI Awards 2025
-
Puji-puji Ratu Maxima Soal Layanan QRIS Milik Indonesia
-
BI dan Kementerian Investasi Integrasikan Layanan Perizinan
-
Kunci "3M" dari Bank Indonesia Agar Gen Z Jadi Miliarder Masa Depan
Terpopuler
- 6 Sepatu Adidas Diskon 60 Persen di Sports Station, Ada Adidas Stan Smith
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 7 Sabun Muka Mengandung Kolagen untuk Usia 50-an, Bikin Kulit Tetap Kencang
- 15 Merek Ban Mobil Terbaik 2025 Sesuai Kategori Dompet Karyawan hingga Pejabat
Pilihan
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
-
Airbus Umumkan A320 Bermasalah, Kemenhub Sebut 38 Pesawat di RI Kena Dampak
-
Polemik RS dr AK Gani 7 Lantai di BKB, Ahli Cagar Budaya: Pembangunan Bisa Saja Dihentikan
Terkini
-
5 HP Xiaomi RAM 12 GB Paling Murah untuk Gaming dan Multitasking Berat
-
Realme Pad 3 Lolos Sertifikasi, Diprediksi Jadi Tablet Murah Anyar
-
Starlink Bagikan Internet Gratis untuk Korban Banjir di Sumatra, Begini Cara Daftarnya
-
Poster Vivo S50 Pro Mini Beredar: Mirip iPhone Air, Pakai Snapdragon 8 Gen 5
-
Kapan Spotify Wrapped 2025 Keluar? Ini Link Resmi dan Panduan Cara Mengeceknya
-
Realme 16 Pro Lolos Sertifikasi TENAA, Lanjut Masuk ke Indonesia?
-
19 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 29 November: Ada Rivaldo, Ribuan Gems, dan Kartu 110-115
-
5 Cara Cek Status BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak, Mudah Pakai HP
-
5 HP Fast Charging 1 Jutaan, Tak Butuh Waktu Lama untuk Isi Baterai
-
3 Cara Mudah Mengubah Dokumen Hasil Scan Jadi File Microsoft Word yang Bisa Diedit