Dengan asal usulnya sekitar empat juta tahun yang lalu, itu adalah salah satu badan air paling asin di bumi dan merupakan titik terendah di bumi.
Tingkat salinitasnya yang tinggi, lebih dari 30 persen, berarti perairannya sangat kaya akan mineral dan manfaat kesehatan dari mandi di Laut Mati telah lama disebut-sebut, meskipun sangat asin sehingga airnya tidak dapat mendukung kehidupan laut.
Telah ditemukan bahwa orang dengan penyakit pernapasan, seperti cystic fibrosis, tampaknya mendapat manfaat dari peningkatan tekanan atmosfer di wilayah tersebut, sementara suhu, kelembapan, dan mineral air menjadikannya lingkungan yang sempurna untuk mengobati masalah kulit.
Namun, Laut Mati telah menyusut secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir, kemungkinan besar karena perubahan iklim.
Sekarang panjangnya kira-kira 31 mil dan lebar 9 mil pada titik terlebarnya, tetapi diperkirakan bahwa permukaan air Laut Mati telah turun lebih dari 131 kaki sejak 1950-an, dan sekarang berkurang sekitar dua kaki per tahun.
Tahun lalu, Sungai Alexander berwarna merah darah karena darah dari rumah jagal di Tepi Barat mengalir ke sungai, menurut Society for the Protection of Nature di Israel.
Berita Terkait
-
Tak Banyak yang Tahu! 'Sahabat' Nabi Ini Masih Hidup sampai Sekarang
-
Krisis Mereda, Raja Yordania dan Pangeran Hamzah Ziarah Bersama
-
Kelanjutan Drama Kerajaan Yordania, Raja Abdullah II Sebut Ini Menyakitkan
-
Heboh Pangeran Hamzah dari Yordania jadi Tahanan Rumah, Begini Kisahnya
-
Sejumlah Negara Ikut Mengecam Aksi Bom Bunuh Diri di Gereja Makassar
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan