Suara.com - Konami akhirnya angkat bicara dalam menanggapi kehebohan dari para penggemar terkait eFootball 2022. Bukan "kehebohan" positif, namun penggemar sebelumnya menghujani kolom ulasan eFootball 2022 dengan umpatan dan nada kekecewaan.
Penyegaran nama dari Pro Evolution Soccer (PES) menjadi eFootball serta ketersediaannya secara gratis tak membuat eFootball 2022 disambut dengan baik.
Tak sedikit netizen yang mengejek kualitas grafis eFootball 2022. Mereka menganggap bahwa grafis game buatan Konami tersebut "sangat mengerikan".
Keluhan penggemar rata-rata membahas grafis buruk, leher pemain nampak aneh, dan perubahan gameplay yang dinilai bertambah jelek
Per 1 Oktober 2021, sudah terdapat 10.778 review yang diberikan oleh para penggemar di Steam. Hingga hari ini (02/10/2021) atau tepatnya dua hari setelah game dirilis, jumlah review di Steam meroket di angka 13.803. Masih sama seperti sebelumnya, 91 persen dari angka tersebut memberikan review negatif.
Statistik review di Steam juga cukup mencolok sehingga statusnya menjadi "Overwhelmingly Negative" atau "Sangat Negatif".
Game eFootball 2022 masuk ke dalam Hall of Shame di Steam250. Situs itu melacak game yang memiliki ulasan terburuk dengan menghitung perbedaan persentasenya.
Pada menu Bottom 100, eFootball yang baru saja dirilis memuncaki daftar Hall of Shame dengan statistik hampir 10 persen pengguna memberikan review positif di mana belasan ribu lainnya memberikan review negatif.
Menanggapi kemarahan penggemar, Konami akhirnya bersuara dan meminta maaf secara terbuka. Melalui akun Twitter resmi eFootball, Konami mengakui terdapat banyak masalah terkait tampilan game terbarunya.
Baca Juga: 11 Kode Redeem FF 2 Oktober 2021, Cepat Klaim Sebelum Direbut Orang Lain!
Dikutip dari VGC, Konami turut menjanjikan adanya update baru pada eFootball 2022 di bulan ini. Update tersebut diharapkan dapat menyelesaikan berbagai keluhan dari penggemar.
"Kami mengakui bahwa ada laporan tentang masalah yang dialami pengguna terkait cut-scene, ekspresi wajah, pergerakan pemain, dan pergerakan bola. Kami meminta maaf atas masalah ini dan kami ingin semua orang tahu bahwa orang-orang Konami menanggapi masalah tersebut dengan serius. Kami berusaha untuk memperbaiki situasi saat ini," tulis Konami dalam pernyataan resminya.
Semoga saja komitmen mengenai update dan penyelesaian masalah dapat diwujudkan oleh Konami. Pasalnya hingga saat ini, masih banyak penggemar yang membagikan meme eFootball 2022 setelah banyak "hal aneh" yang ada pada game penerus Pro Evolution Soccer tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Komdigi Ungkap Modus Baru Judi Online 2026, Spam Bot di Instagram hingga TikTok Naik 128 Persen
-
7 HP Murah untuk Live Streaming TikTok dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo
-
5 HP 5G Termurah dengan RAM hingga 8 GB, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Tak Takut Listrik Padam, Chest Freezer Ini Punya Teknologi Menjaga Makanan Beku hingga 150 Jam
-
5 HP Midrange dengan Kamera Rasa Flagship, Resolusi Tinggi Didukung OIS dan Baterai Badak
-
Riset : Bahaya Pelecehan Digital di Asia Pasifik, Lebih dari Separuh Korban Alami Trauma
-
4 Tablet Murah dengan Fitur Palm Rejection, Menggambar dan Mencatat Lebih Rapi
-
Dampak Krisis Memori Global, Apple Terpaksa Menaikkan Harga MacBook dan iPad
-
Sikap Google Terhadap RUU Hak Cipta : Berisiko Hambat AI dan Ekonomi Digital Indonesia
-
8 HP Fast Charging Termurah 2026, Isi Daya Ngebut Mulai Rp1 Jutaan