Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menganalisis saat ini 20 persen wilayah Zona Musim (ZOM) di Indonesia sudah memasuki musim hujan.
"Seperti sudah disampaikan sebelumnya, bahwa musim hujan tahun ini maju, yaitu sudah dimulai dari Oktober bahkan ada sebagian yang memasuki musim hujan sejak September," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers terkait waspada La Nina dan peningkatan risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Indonesia yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (18/10/2021).
Dia menjelaskan, sejumlah daerah yang sudah memasuki musim hujan yaitu Aceh bagian tengah, Sumatera Utara, sebagian besar Riau, Sumatera Barat, Jambi, sebagian Sumatera Selatan, Lampung bagian barat, Banten bagian timur, Jawa Barat bagian selatan,.
Lalu, Jawa Tengah bagian barat, sebagian kecil Jawa Timur bagian selatan dan sebagian Bali, Kalimantan Utara, sebagian besar Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan bagian selatan dan timur, Kalimantan Tengah bagian timur dan Pulau Seram bagian selatan.
Sedangkan sebagian wilayah Indonesia yang akan memasuki musim hujan mulai Oktober yaitu meliputi Aceh bagian timur, Riau bagian tenggara, Jambi bagian barat, Sumatera Selatan bagian tenggara, Bangka Belitung, Banten bagian barat, Jawa Barat bagian tengah, Jawa Tengah bagian barat dan tengah.
Kemudian, sebagian DI Yogyakarta dan sebagian kecil Jawa Timur, Kalimantan Tengah bagian timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantah Utara.
Sementara beberapa wilayah yang lain akan memasuki musim hujan pada November hingga Desember 2021 secara bertahap dalam waktu tidak bersamaan. Secara umum sampai November 2021 diprakirakan 87,7 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan.
Selanjutnya, wilayah yang akan mengalami transisi pada Oktober sehingga perlu mewaspadai fenomena cuaca ekstrem, puting beliung terutama di wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Sulawesi Selatan.
Di samping itu, BMKG juga memonitor fenomena La Nina dengan intensitas lemah yang diprediksi sudah mulai muncul dan akan bertahan hingga Februari 2022 dengan intensitas lemah hingga sedang.
Baca Juga: Sejumlah Pohon Tumbang hingga Baliho Roboh Saat Sleman Diguyur Hujan Deras
La Nina diperkirakan akan berdampak sama seperti La Nina pada 2020 yaitu terjadi peningkatan curah hujan bulanan hingga 20-70 persen.
"Kami merekomendasikan ke pemerintah daerah, masyarakat dan semua pihak terkait dengan pengelolaan sumberdaya air dan pengurangan risiko bencana di daerah yang berpotensi terdampak La Nina dan musim hujan agar segera menyiapkan langkah-langkah pencegahan dan mitigasi terhadap peningkatan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang atau terjadinya adai tropis," kata Dwikorita.*
Berita Terkait
-
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Waspada Hujan Lebat Imbas Bibit Siklon 97 W
-
Warga Jakarta Kini Bisa Intip Prediksi Polusi 3 Hari ke Depan Lewat Aplikasi JAKI
-
Mendagri Minta Kepala Daerah Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Dampak El Nino
-
Sindrom Ring of Fire: Mengapa Gempa Jepang Bikin Kita Refleks Panik?
-
Jepang Diguncang Gempa Dahsyat M 6,8, Apakah Berdampak ke Indonesia? Ini Kata BMKG
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam