Suara.com - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengatakan, e-commerce dan teknologi finansial (tekfin) merupakan segmen perusahaan rintisan atau startup paling menjanjikan saat ini.
Dia menjelaskan bahwa e-commerce telah berkontribusi sebesar 75 persen terhadap ekonomi digital, terutama selama pandemi COVID-19 yang menyebabkan perubahan pola konsumsi masyarakat.
"Karena orang sekarang lebih banyak memilih berbelanja online dibanding sebelum pandemi," kata Nailul Huda kepada ANTARA, Selasa.
Sedangkan untuk tekfin, Nailul menilai bahwa sektor tersebut berpotensi untuk terus berkembang meskipun belakangan banyak kasus mengenai tekfin ilegal yang meresahkan masyarakat.
Beberapa contoh startup di sektor tekfin yang akan terus berkembang, menurut Nailul, adalah bank digital, equity crowdfunding, innovative credit scoring, hingga robo advisor.
"Saya rasa itu bagian dari tekfin yang akan terus berkembang ke depannya. Kalau bicara mengenai tekfin payment, lending, itu mungkin sudah mature. Payment dengan pemain seperti Gopay, Ovo, DANA, kemudian lending ada Kredivo, Akseleran, dan sebagainya," ujar Nailul.
Saat ini Indonesia memiliki 2.229 startup, kelima terbesar di dunia sehingga ekonomi digital di Indonesia sangat menjanjikan.
Presiden Joko Widodo pada Senin, (25/10) mengatakan bahwa ekonomi digital di Indonesia diperkirakan akan mencapai 124 miliar dolar AS atau setara Rp1,75 kuadriliun, setara 40 persen total nilai ekonomi digital Asia Tenggara pada 2025.
Namun, Nailul mengatakan, startup digital di Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan yakni rendahnya literasi digital dan ketimpangan digital yang mencakup infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), dan penggunaan teknologi.
Baca Juga: Berebut Pasar di Ujung Jari, Strategi UMKM Berdamai dengan Pandemi
"Untuk infrastruktur sudah mulai lebih baik dengan adanya Palapa Ring. Dari SDM masih ada gap talenta untuk data programming dan data analisa. Kalau dari segi penggunaan, masih banyak saudara kita di luar sana yang punya internet tapi dia tidak tahu bagaimana menggunakannya," tuturnya.
Sehingga, kata Nailul, pemerintah harus segera mengurangi kesenjangan digital dan melakukan peningkatan literasi digital masyarakat melalui sosialisasi dan integrasi ICT dalam kurikulum pendidikan.
Berita Terkait
-
Makin Selektif, Konsumen Kini Pilih Double Check Sebelum Belanja Online
-
Koperasi Merah Putih Akan Lemahkan Ketahanan Ekonomi Desa
-
Sambut Ramadan, Ini 5 Tips Jitu UMKM Dongkrak Penjualan di E-commerce
-
idEA: Pentingnya Sosialisasi Registrasi Kartu SIM dengan Biometrik, Jangan Hanya Operator!
-
Strategi Discovery E-Commerce Jadi Kunci Lonjakan Penjualan Jelang Ramadan 2026
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Infinix Note 60 Pro, HP Midrange dengan Matrix Display
-
Kebangkitan Rayman Dimulai, Ubisoft Janjikan Game Baru Setelah Edisi Ulang Tahun
-
Adu HP Kelas Premium: Xiaomi 17 Pro Max Sanggup Bikin iPhone 17 Pro Max Ketar-Ketir?
-
Bocoran Vivo V70 FE: Kamera 200MP, Baterai 7000mAh, Update 6 Tahun, Rilis 28 Februari?
-
Penampakan Xiaomi 17 Ultra dan Kotak Penjualannya Terungkap, Segera Debut di Pasar Global
-
Xiaomi 18 dan Vivo X500 Bakal Pakai Layar Anti-Intip Canggih Mirip Galaxy S26 Ultra
-
4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
-
3 HP Murah Redmi dan POCO Lolos Sertifikasi, Bersiap Masuk ke Asia Tenggara
-
Spesifikasi Honor X6d: HP 5G Murah dengan Dimensity 6300 dan Layar Jumbo
-
5 HP dengan Kamera Depan Terbaik Tahun 2026, Selfie dan Vlog Makin Tajam