Suara.com - Kepala Tim Kajian Ekonomi Lingkungan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) Alin Halimatussadiah mengatakan bahwa emisi karbon nol atau net zero emission (NZE) hanya dapat dicapai dengan keterlibatan sektor kehutanan dan penggunaan lahan.
"Tidak mungkin kita capai NZE kalau sektor forestary and land use tidak dikelola dengan baik. Karena meski kita sudah maksimum di sektor energi, tapi kalau tidak ada perbaikan di sektor FOLU tidak akan bisa capai NZE," kata Alin dalam webinar bertajuk Pangan vs Energi: Menelaah Kebijakan BBN di Indonesia yang dipantau di Jakarta, Selasa (16/11/2021).
Karena itu, implementasi biodisel sampai B50 perlu dilakukan secara hati-hati agar pasokan minyak kelapa sawit mentah tidak sampai defisit. Pasalnya, defisit CPO membuat potensi perluasan lahan kebun kelapa sawit semakin besar dengan menggunakan lahan hutan.
Untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit, menurut Alin, pemerintah dan pelaku usaha sebetulnya bisa mempercepat peremajaan kebun kelapa sawit yang ditarget sebesar 180.000 hektare per tahun. Dengan ini, jumlah minyak kelapa sawit yang diproduksi Indonesia diharapkan bisa turut meningkat.
"Selain itu, saat ini kami sedang melakukan studi pemanfaatan used cooking oil (UCO) yang cukup banyak kita hasilkan, terutama dari industri restoran untuk campuran biodisel juga," ujarnya.
Menurutnya, memastikan ketersediaan minyak kelapa sawit tanpa memperluas kebun kelapa sawit menjadi penting karena pemerintah menargetkan penggunaan biofuel sebesar 46 persen pada 2050. Selain meningkatkan produktivitas minyak kelapa sawit, pemerintah juga perlu mendorong lebih banyak penelitian untuk menemukan bahan nabati campuran biodisel, selain minyak kelapa sawit.
"Mau tidak mau, kita mesti pakai biofuel sebenarnya untuk mencapai nol emisi karbon. Karena penggunaan mobil listrik itu belum bisa untuk semua jenis transportasi," katanya.
Pada saat yang sama pemerintah perlu memastikan komitmen nol deforestasi pada 2030 dapat dilakukan. Hanya dengan bauran kebijakan tersebut, Indonesia bisa merealisasikan nol emisi karbon pada 2060 dan turut serta dalam menjaga iklim bumi. [Antara]
Baca Juga: Biofuel Pangkas Emisi Karbon 39,7 Juta Ton pada 2040
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
26 Kode Redeem FC Mobile 30 April 2026: Sikat Ronaldo TOTS dan Olise Tanpa Top Up Dijamin Gacor
-
Gaming Maraton Lebih Nyaman, Infinix GT 50 Pro Jaga Suhu Tetap Aman
-
ZTE dan XLSMART Resmikan Innovation Center di Jakarta, Percepat Adopsi 5G-A dan AI di Indonesia
-
5 HP Xiaomi Kamera Leica Termurah, Hasil Jepretan Mewah ala Fotografer Pro
-
Garmin Instinct 3 Rilis Warna Baru: Smartwatch Tangguh Kini Jadi Tren Fashion Urban 2026
-
5 Rekomendasi Mic Clip On Wireless Murah tapi Bagus, Cocok buat Konten Kreator Pemula
-
Siapa Pendiri Friendster? Media Sosial yang Pernah Berjaya, Mati, Kini Bangkit Lagi di 2026
-
5 Rekomendasi HP OPPO dengan Fitur Kamera 0.5 Keluaran Baru: Fitur Flagship, Harga Irit
-
Cara Hapus Cache di HP Samsung, Cukup 3 Langkah Mudah Ini
-
Perlindungan Anak di Era Digital: PP TUNAS Mulai Disosialisasikan