Suara.com - China tengah mengembangkan reaktor nuklir luar angkasa untuk membantu misinya ke Bulan dan Planet Mars.
Reaktor tersebut dapat menghasilkan satu megawatt listrik dan diklaim 100 kali lebih kuat daripada perangkat serupa yang sedang dibangun NASA.
Sumber daya fisi NASA akan digunakan untuk mendukung kehidupan manusia permanen di Bulan dan akan dikembangkan pada akhir dekade ini.
Menurut para ahli, bahan bakar kimia dan tenaga surya tidak akan cukup untuk memenuhi tuntutan eksplorasi luar angkasa manusia dan pemukiman potensial di objek lain.
"Tenaga nuklir adalah solusi yang paling menjanjikan. Negara-negara lain telah meluncurkan beberapa rencana ambisius," kata seorang ilmuwan anonim, dikutip dari The Independent pada Senin (29/11/2021).
Reaktor tersebut akan menghadapi beberapa tantangan saat didinginkan, di mana hanya sebagian panas yang dihasilkannya yang dapat digunakan untuk menghasilkan listrik. Sedangkan sisanya harus dibuang ke luar angkasa untuk menghindari kehancuran.
Menurut Jiang Jieqiong, profesor di Institute of Nuclear Safety Technology, Chinese Academy of Sciences, menyarankan bahwa reaktor dapat menggunakan struktur yang dapat dilipat seperti payung untuk meningkatkan luas permukaan radiator.
Namun, beberapa tim ahli memiliki ide lain. Para peneliti telah mengembangkan reaktor yang lebih kecil yang dapat dikomplikasi menjadi mesin yang lebih besar. Mesin tersebut dapat menggerakkan pendorong ion besar untuk mengirim astronot ke Mars.
Perlombaan umat manusia untuk menetap di objek lain di luar angkasa memiliki beberapa kendala, termasuk masalah puing-puing luar angkasa. Dilaporkan ada sekitar 228 juta puing sampah antariksa, namun banyak negara enggan mengatasinya.
Baca Juga: NASA Temukan 300 Exoplanet Asing Lewat AI
Menurut South China Morning, tidak ada undang-undang yang dapat menangani kecelakaan seperti peluncuran yang gagal atau kehancuran di luar angkasa terkait dengan kerahasiaan seputar program reaktor nuklir.
Ilmuwan dari Shanghai Institute of Space Propulsion mengatakan evaluasi keselamatan dan sistem manajemen yang sesuai dengan status teknologi negara sangat diperlukan untuk meningkatkan transparansi dalam penelitian dan kemajuan pengembangan demi mengurangi kekhawatiran masyarakat umum.
Berita Terkait
-
Pertemuan Trump-Xi Pada Mei Dianggap Tanda Berakhirnya Perang, Gedung Putih Bilang Begini
-
Purbaya Buka Opsi Tarik Pajak Tambahan untuk Produk China di Tokopedia-TikTok dkk
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
-
8 Rekomendasi Drama China Berlatar Republik untuk Temani Libur Lebaran
-
Perang AS-Israel vs Iran Tak Kunjung Selesai, China Kirim Pernyataan Tegas
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Terpopuler: PS6 akan Dirilis, Rekomendasi HP RAM 8 GB Harga 2 Jutaan
-
Peluncuran PS6 Diklaim Masih Sesuai Jadwal, Harga Kemungkinan Lebih Mahal
-
5 Rekomendasi HP RAM 8 GB di Bawah Rp2 Juta yang Awet untuk Jangka Panjang
-
5 HP Samsung Rp 2 Jutaan RAM 8GB, Cocok untuk Gaming dan Multitasking
-
Daftar Harga MacBook Air dan MacBook Pro Terbaru Maret 2026
-
Spesifikasi Samsung Galaxy A37 5G: Usung Exynos 1480, Android 16, dan Fitur AI
-
Penjualan Melambat, Produksi Konsol Nintendo Switch 2 Dipangkas
-
Skor AnTuTu Samsung Galaxy A57 5G Terungkap: Pakai Chip Exynos Anyar, Performa Kencang
-
9 HP Murah Spek Gaming 2026: RAM 8GB, Memori Besar, Anti Ngelag Mulai Rp1 Jutaan
-
Honor 600 Versi Global Muncul di Geekbench, Andalkan Snapdragon 7 Gen 4