Suara.com - Air es mungkin bersembunyi hanya beberapa meter di bawah permukaan Mars di salah satu situs paling dramatis di Planet Merah.
Itu menurut penelitian baru berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Trace Gas Orbiter (TGO), bagian dari misi ExoMars yang dioperasikan oleh European Space Agency (ESA) dan mitranya dari Rusia, Roscosmos.
ExoMars mencakup TGO, yang diluncurkan pada 2016, dan penjelajah Rosalind Franklin yang akan diluncurkan ke Mars tahun depan.
Di antara instrumen di kapal TGO adalah salah satu yang disebut Fine Resolution Epithermal Neutron Detector (FREND), yang dapat mendeteksi hidrogen, salah satu dari dua elemen yang membentuk air.
Analisis baru dari data FREND menunjukkan tingkat hidrogen yang tinggi di sebuah situs bernama Candor Chaos, terletak di dekat jantung sistem ngarai besar, dijuluki Valles Marineris.
"Kami menemukan bagian tengah Valles Marineris penuh dengan air - jauh lebih banyak air daripada yang kami harapkan," ujar Alexey Malakhov, seorang ilmuwan senior di Space Research Institute of the Russian Academy of Sciences dan rekan penulis makalah baru, dalam sebuah pernyataan ESA.
Menurutnya, ini sangat mirip dengan daerah permafrost Bumi, di mana es air secara permanen bertahan di bawah tanah kering karena suhu rendah yang konstan.
Valles Marineris adalah ngarai terbesar di tata surya, 10 kali lebih panjang dan lima kali lebih dalam dari Grand Canyon di Bumi ini.
Salah satu fitur paling mencolok dari Planet Merah, membentang di sepanjang sebagian besar ekuator Mars, sebagaimana melansir laman Space, Kamis (16/12/2021).
Baca Juga: 6 Manfaat Air Es untuk Kesehatan yang Kerap Dianggap Buruk
Ketika para ilmuwan telah mencari es air Mars di wilayah khatulistiwa sebelumnya, mereka hanya dapat mempelajari debu permukaan dan hanya menemukan sejumlah kecil air.
Penelitian baru memperluas kedalaman yang dapat dipelajari para ilmuwan, memberi mereka pandangan di bawah permukaan atas serta permukaan langsung.
"Dengan TGO kita dapat melihat ke bawah hingga satu meter di bawah lapisan berdebu ini dan melihat apa yang sebenarnya terjadi di bawah permukaan Mars," kata Igor Mitrofanov, ilmuwan lain di Institut Penelitian Luar Angkasa Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, penulis utama studi baru dan peneliti utama instrumen FREND.
Dia menambahkan, yang terpenting adalah menemukan 'oasis' kaya air yang tidak dapat dideteksi dengan instrumen sebelumnya.
Para peneliti mengatakan bahwa jika semua hidrogen yang mereka deteksi hadir dalam bentuk es air, senyawa berharga tersebut dapat membentuk sebanyak 40 persen bahan dekat permukaan di daerah tersebut.
Namun, FREND juga dapat mendeteksi air yang terkandung dalam mineral lokal, meskipun para ilmuwan percaya bahwa kemungkinannya lebih kecil daripada es.
Berita Terkait
-
Perseverance Rover Konfirmasi Keberadaan Danau di Mars pada Masa Lalu
-
UEA Akan Meluncurkan Pengujian Menargetkan Asteroid antara Mars dan Jupiter
-
Ilmuwan Sebut Mars Terlalu Kecil Menampung Kehidupan
-
Badan Antariksa Eropa Akan Buat Penjelajah Mars Baru dengan Pengebor Kuat
-
NASA Selidiki Gunung Berapi Super Erupsi di Mars
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026
-
BNI Perkuat Akses Hunian Masyarakat Lewat Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi
-
Leo/Daniel Jadikan Gelar Juara Taipei Open 2026 Sebagai Kado Ultah
-
Anak Petani Banyumas Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN, Presiden Sematkan Tanda Pangkat