Suara.com - Sebuah asteroid seukuran gedung pencakar langit akan membakar atmosfer bumi di tahun baru.
NASA menamai batu besar itu Asteroid 2013 YD48 dan melabelinya sebagai "objek yang berpotensi berbahaya".
Asteroid 2013 YD48 akan lewat dalam jarak 3,48 juta mil dari Bumi pada 11 Januari mendatang.
Sebagaimana melansir laman Mirror, Sabtu (1/1/2022), lebar asteroid itu kira-kira 104 meter, artinya lebih lebar dari tinggi Big Ben.
Meskipun jaraknya 3,48 juta mil akan meleset dari Bumi, dalam hal jarak di luar angkasa, sebenarnya tidak terlalu jauh.
Telah dilaporkan bahwa NASA mengklasifikasikan apa pun yang lewat dalam jarak 120 juta mil dari Bumi sebagai Objek Dekat Bumi (NEO).
Karena jarak mereka terbang dari, perubahan kecil dalam lintasan mereka bisa berakibat fatal bagi Bumi.
Para ilmuwan melacak ribuan ini untuk mengamati apakah mereka berada di jalur tabrakan dengan Bumi atau tidak.
Asteroid 2013 YD48 bukan satu-satunya asteroid yang akan mendekati Bumi dalam beberapa minggu mendatang.
Baca Juga: NASA Berhasil Luncurkan Teleskop Luar Angkasa James Webb
Ada tiga lagi yang ditetapkan untuk melewati Bumi sebelum melakukannya.
YK 2021, yang berukuran lebar 12m, akan terbang dalam jarak 118.000 mil dari planet Minggu ini.
Kemudian asteroid YE15 2014, yang lebarnya hanya 7m, akan lewat pada 6 Januari, berada dalam jarak 4,6 juta mil dari Bumi.
Asteroid ketiga dan terakhir adalah 2020 AP1, yang terkecil dengan lebar hanya 4m, dan melintas pada 7 Januari, pada jarak 1,08 juta mil dari kita.
Jauh dari kejadian yang tidak biasa untuk melihat mereka terbang begitu dekat, karena awal pekan ini sebuah asteroid hampir tiga kali ukuran 2013 YD48 terbang dalam jarak 1,9 juta mil dari Bumi dengan kecepatan 47.000 mil per jam.
Demikian pula, sebuah asteroid yang diperkirakan berukuran 10 kali ukuran pohon Natal Rockefeller tahun ini di New York melewati Bumi pada Malam Natal.
Batu besar, dengan lebar 229m, melintas dalam jarak 4 juta mil dari planet kita.
Berita Terkait
-
7 Asteroid akan Melewati Bumi, Salah Satunya Sebesar Gedung Empire State
-
Taksi Astronot Boeing Starliner Tidak Diluncurkan Tahun Ini
-
Ambisius, UEA Akan Kirim Misi Baru ke Venus dan Sabuk Asteroid
-
Pesawat Luar Angkasa NASA akan Menabrak Asteroid dengan Kecepatan 24.140 Km/Jam
-
UEA Akan Meluncurkan Pengujian Menargetkan Asteroid antara Mars dan Jupiter
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan