Seniman bisa mengunggah karya seni mereka secara daring dan membuat NFTnya di situs-situs penjualan atau marketplace seperti contohnya OpenSea dan Binance.
Setelah menjual hasil karyanya sebagai NFT, seniman masih bisa mengklaim hasil karyanya sebagai hak cipta serta dapat menjual karyanya sebagai bagian dari royalti.
Pemilik NFT tinggal mengatur persentase royalti yang diharapkan di “smart contract”. Beberapa platform, seperti Metagrail dan Decentraland sudah memanfaatkan fitur ini sehingga pembagiannya sangat akurat dan up to date.
Nilai pendapatan dari royalti tentu akan lebih rendah, namun sistem ini menarik karena bersifat jangka panjang dan berkelanjutan.
Hasil karya digital dalam bentuk NFT dapat dijadikan jaminan untuk mengajukan pinjaman/kredit pada jasa keuangan yang menyediakan pinjaman/kredit, selama karya tersebut sudah dipasarkan di marketplace.
Anggota komunitas yang telah memanfaatkan NFT dapat bergabung di POAP (Proof of Attendance Protocol) yang disediakan untuk “meet up” atau kopi darat para pemilik/kontributor NFT untuk turut serta dalam sebuah event yang akan diselenggarakan. Fitur ini juga disediakan agar para kolektor lebih cepat menemukan koleksi yang mereka buru.
Pasar NFT mengatur transaksi jual-beli secara otomatis (autonomous). Sesudah melakukan transaksi, pemilik tinggal memeriksa “saldo” NFT dalam bentuk token, pada dompet digital masing-masing.
Saldo yang berbentuk token (NFT) berbasis Ethereum ini kemudian bisa dijual atau ditukar dengan uang. Saat ini satu token Ethereum atau sering disebut Ether memiliki harga hampir Rp 50 juta per kepingnya.
Didukung oleh blockchain Ethereum
Baca Juga: Seperti Ini Salah Satu Foto Selfie Viral Ghozali yang Laku Rp 31 Juta di NFT
NFT didukung penuh oleh teknologi blockchain Ethereum, salah satu platform open-source pengembang mata uang Ether atau ETH.
Ada beberapa alasan Ethereum membuat NFT menjadi sesuatu yang cukup menjanjikan.
Yang pertama, riwayat transaksi dan metadata token dapat diverifikasi secara publik. Setelah transaksi dikonfirmasi, hampir tidak mungkin data dimanipulasi untuk “mencuri” kepemilikan.
Perdagangan NFT dapat dilakukan secara P2P (Peer-to-Peer) tanpa memerlukan “pihak ketiga” yang dapat mengambil “komisi” sebagai kompensasi keterlibatan dalam proses transaksi.
Semua produk Etherum memiliki back-end atau jaringan yang sama, sehingga dapat dengan mudah mengidentifikasi seluruh produk NFT.
Setiap pembuat konten dapat mencantumkan NFT-nya di setiap produk yang ditawarkan secara paralel. Setiap produk akan memperbaharui kepemilikannya secara aktual.
Selain itu, NFT juga memiliki properti spesial, misalnya setiap token yang dicetak memiliki identifikasi unik yang terhubung langsung dengan satu alamat di Ethereum. NFT juga tidak dapat dipertukarkan secara langsung dengan token lain dengan rasio 1:1, artinya ada nilai lebih yang harus di tambahkan.
Setiap token memiliki pemilik dan informasi yang mudah di verifikasi, informasi token terdapat di dalam Ethereum dan dapat diperjualbelikan di pasar NFT manapun.
Penjualan NFT semakin meningkat dan pada triwulan ketiga tahun ini penjualannya telah mencapai Rp 151 triliun di seluruh dunia. Ke depan NFT akan semakin berkembang dan para seniman atau pembuat konten bisa segera memanfaatkan momen ini.
Berita Terkait
-
ARrC X KARAFURU: Kolaborasi Global Bintang K-POP Pendatang Baru dan Koleksi Pop Art Ikonik Indonesia
-
Nasib Miris NFT Ghozali Everyday Sekarang, Harga Anjlok Parah Hingga Hampir 100 Persen!
-
Juragan NFT Ghozali Kembali Muncul! Serok Duit Rp28,4 Miliar Sekali Beraksi
-
PINTU Community NFT Ajak Komunitas Crypto Bermain dan Menang Hadiah Rp 50 Juta
-
Cristiano Ronaldo Terancam Kehilangan Uang Rp15,4 Triliun Gara-gara NFT
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan
-
Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB
-
Siswi Tertemper Kereta di Jurangmangu, 4 Perjalanan Commuter Line Terdampak