Suara.com - Pakar Kaspersky menemukan setidaknya 33 kerentanan, termasuk 18-nya adalah "kerentanan kritis" pada protokol yang paling umum digunakan untuk mentransfer data dari wearable device (perangkat yang dapat dikenakan), yang digunakan untuk pemantauan pasien jarak jauh (telehealth) di tahun 2021.
Pada kerentanan kritis, ini berjumlah sepuluh kali lebih banyak daripada di tahun 2020, dan banyak di
antaranya masih belum ditambal.
Beberapa kerentanan ini memberi kesempatan kepada penyerang untuk mencegat data yang dikirim secara online dari perangkat.
Pandemi yang sedang berlangsung telah menyebabkan digitalisasi yang cepat dari sektor kesehatan.
Dengan banyaknya rumah sakit dan staf layanan Kesehatan kewalahan atas situasi pandemi, dan banyak orang dikarantina di rumah, organisasi terpaksa memikirkan kembali bagaimana perawatan pasien diberikan.
Faktanya, penelitian Kaspersky baru-baru ini menemukan bahwa 91 persen penyedia layanan kesehatan global telah menerapkan pemanfaatan telehealth.
Namun, digitalisasi yang cepat ini juga turut menciptakan risiko keamanan baru, terutama terkait data pasien.
Bagian dari telehealth mencakup pemantauan pasien jarak jauh, yang dilakukan menggunakan perangkat dan monitor yang dapat dipakai.
Termasuk gawai yang dapat terus menerus atau pada interval melacak indikator kesehatan pasien, seperti aktivitas jantung.
Baca Juga: Tips Tetap Aman Secara Digital saat Bekerja dengan Freelancer
Protokol MQTT adalah protokol paling umum digunakan untuk mentransmisikan data dari perangkat dan sensor karena mudah dan nyaman.
Itulah sebabnya protokol ini dapat ditemukan tidak hanya di wearable device, tetapi juga di hampir semua gawai pintar.
Sayangnya, saat menggunakan MQTT, otentikasi sepenuhnya bersifar opsional dan jarang menyertakan enkripsi.
Hal ini membuat MQTT sangat rentan terhadap serangan man in the middle (ketika penyerang dapat menempatkan diri mereka di antara "dua pihak" yang melakukan komunikasi), yang berarti data apa pun yang ditransfer melalui internet berpotensi dicuri.
Dalam hal wearable device, informasi tersebut dapat mencakup data medis yang sangat sensitif, informasi pribadi, dan bahkan pergerakan seseorang.
Sejak 2014, sebanyak 90 kerentanan di MQTT telah ditemukan, termasuk yang kritikal, dan banyak di antaranya masih belum ditambal hingga hari ini.
Berita Terkait
-
Survei: 1 dari 2 Orang di Asia Tenggara Kehilangan Uang karena Penipuan Kencan Online
-
Tips Agar Tak Jadi Korban Penipuan Kencan Online Seperti di Film Tinder Swindler
-
Mirip Kisah Tinder Swindler, 1 dari 2 Orang Asia Tenggara Pernah Jadi Korban Penipuan Kencan Online
-
Tanpa Kesepakatan Data, Meta Ancam Siap Tutup Layanan Facebook dan Instagram
-
Halodoc Rilis Aplikasi Bidanku, Mudah Layani Kesehatan Ibu dan Anak
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan
-
Back-to-Back Juara! Kemenangan Fajar/Fikri di China Open 2026 Jadin Titik Balik Ganda Putra RI
-
Undang Wapres Hingga Dedi Mulyadi, Festival Merah Putih Kota Bogor Siap Digelar 9 Agustus
-
Kapitra Ampera Sebut Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Maling Gede
-
Misi Lahirkan Srikandi Baru, Kejurnas Panahan Junior 2026 Diikuti 906 Atlet dari 29 Provinsi
-
Penyelundupan Sabu 2 Kg dari Aceh ke Jakarta Gagal di Bandara Pekanbaru
-
Mencekam! Buaya Situ Habibi Sukabumi Terekam Menerkam Anak Sapi di Depan Wisatawan
-
Hari Mangrove Sedunia, Kilang Plaju Perkuat Komitmen Lestarikan Ekosistem Pesisir
-
Dari Gurih hingga Pedas, Menu Flavor Shake-Up Ajak Pecinta Kuliner Eksplorasi Beragam Rasa