Pada 2021, terdapat 33 kerentanan baru ditemukan, termasuk 18 bersifat kritikal—10 lebih banyak dari 2020.
Seluruh kerentanan ini dapat menyebabkan risiko pencurian data pasien.
Peneliti Kaspersky menemukan kerentanan tidak hanya terdapat dalam protokol MQTT tetapi juga salah satu platform paling populer untuk wearable device: platform Qualcomm Snapdragon Wearable.
Setidaknya terdapat lebih dari 400 kerentanan yang ditemukan sejak platform diluncurkan – tidak semua telah ditambal, termasuk beberapa dari 2020.
Perlu dicatat bahwa sebagian besar wearable device dapat melacak data kesehatan, serta lokasi dan pergerakan Anda.
Ini tidak hanya membuka kemungkinan untuk pencurian data tetapi juga berpotensi untuk aksi berbahaya lainnya seperti menguntit (stalking).
“Pandemi telah menyebabkan peningkatan tajam di pasar telehealth, dan ini tidak hanya melibatkan komunikasi dengan dokter Anda melalui perangkat lunak video," kata Maria Namestnikova, Head of Russian Global Research and Analysis Team (GReAT), Kaspersky.
Banyak rumah sakit masih menggunakan layanan pihak ketiga yang belum teruji untuk penyimpanan data pasien, dan kerentanan pada sensor dan wearable device di industri kesehatan tetap terbuka.
"Sebelum mengimplementasikan perangkat tersebut, kami menghimbau untuk pelajari sebanyak mungkin tentang tingkat keamanannya demi menjaga keamanan data perusahaan dan pasien Anda,” tuturnya.
Baca Juga: Tips Tetap Aman Secara Digital saat Bekerja dengan Freelancer
Berita Terkait
-
Survei: 1 dari 2 Orang di Asia Tenggara Kehilangan Uang karena Penipuan Kencan Online
-
Tips Agar Tak Jadi Korban Penipuan Kencan Online Seperti di Film Tinder Swindler
-
Mirip Kisah Tinder Swindler, 1 dari 2 Orang Asia Tenggara Pernah Jadi Korban Penipuan Kencan Online
-
Tanpa Kesepakatan Data, Meta Ancam Siap Tutup Layanan Facebook dan Instagram
-
Halodoc Rilis Aplikasi Bidanku, Mudah Layani Kesehatan Ibu dan Anak
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Quarantine Zone Masuk Daftar Terlaris di Steam, Game Zombie Viral Bermisi Menarik
-
Geger Dugaan Kebocoran Data Instagram, Komdigi Panggil Meta: "Keamanan Data Adalah Harga Mati!"
-
Teka-teki Galaxy S26 Edge dan Pro Terjawab! Bocoran Dokumen Samsung Ungkap Realita Sebenarnya
-
Pakar Wanti-wanti Standar Keamanan Registrasi SIM Biometrik Komdigi
-
50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
-
25 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Pemain TOTY dan Gems Gratis
-
5 Alasan Huawei FreeClip 2 Wajib Jadi Partner Anti-Lepas Walau Lari Kencang
-
Indonesia Rising Stars Award 2026 Beri Apresiasi untuk PLN Mobile
-
Peran Inovatif Telkomsel Berbuah Penghargaan Impact Solution
-
Paspor hingga Kartu Identitas Dijual Mulai Rp250 Ribuan di Dark Web