Suara.com - Meta mengikuti rekomendasi Dewan Pengawas untuk menghapus pengecualian yang mengizinkan pengguna membagikan alamat tempat tinggal seseorang "tersedia untuk umum".
Sebagaimana melansir lama The Verge, Senin (11/4/2022), perusahaan induk Facebook mengumumkan dalam posting yang diperbarui.
Tanggapan Meta muncul sekitar setahun setelah perusahaan meminta Dewan Pengawas untuk mempertimbangkan penanganannya atas informasi perumahan pribadi.
Dewan mengeluarkan tanggapan pada Februari, meminta Meta memperketat kebijakannya seputar berbagi alamat rumah pribadi atas kekhawatiran tentang doxing.
Meskipun Facebook dan Instagram sudah memiliki aturan untuk melarang pengguna membagikan alamat rumah seseorang, platform milik Meta tidak mengambil tindakan terhadap postingan yang berisi “alamat yang tersedia untuk umum.”
Menurut standar Meta, ini berarti setiap alamat yang telah diterbitkan di lima atau lebih outlet berita atau telah tersedia dalam catatan publik.
"Seperti yang dicatat oleh dewan dalam rekomendasi ini, menghapus pengecualian untuk informasi perumahan pribadi yang 'tersedia untuk umum', dapat membatasi ketersediaan informasi ini di Facebook dan Instagram ketika masih tersedia untuk umum di tempat lain," tulis Meta.
“Namun, kami menyadari bahwa menerapkan rekomendasi ini dapat memperkuat perlindungan privasi di platform kami.”
Selain itu, Meta mengubah tanggapannya terhadap postingan yang menyertakan foto bagian luar rumah pribadi.
Baca Juga: Komisi Pelindungan Data Pribadi Harus Independen Agar Berfungsi Maksimal
Perusahaan mengatakan tidak akan mengambil tindakan jika "properti yang digambarkan adalah fokus dari sebuah berita," kecuali jika "dibagikan dalam konteks mengorganisir protes terhadap penduduk."
Ini juga akan memungkinkan pengguna untuk berbagi bagian luar tempat tinggal milik publik milik "pejabat tinggi".
Selain itu, Meta tidak sepenuhnya berkomitmen untuk menerapkan alat yang memudahkan pengguna untuk melaporkan pelanggaran privasi.
Ini menilai kelayakan rekomendasi Dewan untuk menyederhanakan proses permintaan penghapusan informasi pribadi di Facebook dan Instagram.
Perusahaan mengatakan sedang menguji cara untuk membuat opsi pelaporan "Pelanggaran Privasi" lebih mudah ditemukan.
Dewan menyarankan untuk membuat "saluran khusus" untuk menangani laporan doxing, tetapi Meta menolak untuk mengambil tindakan.
Perubahan kebijakan yang direncanakan Meta, terutama keputusannya untuk menutup pengecualian alamat tempat tinggal, harus menambahkan lapisan perlindungan tambahan bagi korban doxing.
Doxing adalah tindakan mengungkapkan nama, nomor telepon, alamat email, atau alamat rumah seseorang secara online dengan tujuan melancarkan kampanye pelecehan terhadap mereka.
Ini juga menandai pertama kalinya Meta menanggapi pendapat penasihat kebijakan Dewan Pengawas.
Berita Terkait
-
Dorong Transformasi Digital di G20, Pemerintah Harus Rampungkan RUU Pelindungan Data Pribadi
-
Tips Jaga Keamanan Data Pribadi di Internet dari Teguh Aprianto
-
Indonesia, TIP dan Meta Connectivity Kolaborasi Kembangkan Metaverse
-
Investasi Kabel Bawah Laut Meta Diklaim Bantu PDB Indonesia Rp 847 Triliun
-
SAFEnet: Negara Gagal Lindungi Data Pribadi Warga di 2021
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy S26 Ultra, Mana yang Cocok untuk Anda?
-
Dolar Melejit, Ini 5 HP Paling Worth It di 2026: Ada yang Cuma Rp1 Jutaan
-
Update Harga HP Baru Rilisan 2026 dari Berbagai Merek, Mulai Rp1 Jutaan
-
23 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Mei 2026: Spesial Akhir Pekan Banjir Rank Up Koin
-
38 Kode Redeem FF Terbaru 31 Mei 2026: Klaim Cepat SG2 Golden dan MP40 Cobra
-
Terpopuler: HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik, Fenomena Langka Blue Moon pada 31 Mei 2026
-
Snapdragon C Resmi Diumumkan, Prosesor Baru Qualcomm untuk Laptop Murah, Baterai Tahan Seharian
-
Viral Game Simulasi Kereta Buatan Indonesia Banjir Pujian di Jepang, Grafis Menawan!
-
Deretan Fitur Ugreen EchoBuds Magic, Lengkap dengan Kelebihan dan Kekurangannya
-
Asus TUF Gaming F16 dan A16 Resmi Pakai RTX 50-Series, Tangguh Berstandar Militer