Tekno / Internet
Senin, 23 Mei 2022 | 15:29 WIB
Ilustrasi browsing internet. (Pexels)
Ilustrasi fitur keamanan. [Philipp Katzenberger/Unsplash]

Untuk lebih memastikan antivirus dikonfigurasi dan berfungsi dengan benar, pengguna dapat membuka halaman pemeriksaan fitur keamanan di situs web AMTSO (Anti-Malware Testing Standards Organization).

3. Gunakan kata sandi unik untuk setiap akun

Salah satu cara termudah peretas mencuri informasi adalah dengan mendapatkan sekumpulan kombinasi kata sandi yang mudah ditebak dan sama.

Oleh karena itu, pengguna disarankan untuk menggunakan kata sandi unik pada setiap akun.
Pengguna bisa menggunakan pembuat kata sandi acak (password generator) yang tersedia secara gratis.

Saat pengguna menggunakan pengelola kata sandi, satu-satunya kata sandi yang harus diingat adalah kata sandi utama yang mengunci akun pengelola kata sandi itu sendiri.

Saat tidak terkunci, pengelola kata sandi akan memasukkan pengguna ke akun tertentu secara otomatis.

Itu tidak hanya membantu pengguna lebih aman, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

4. Gunakan VPN

Setiap kali terhubung ke Internet menggunakan jaringan WiFi publik, pengguna disarankan untuk menggunakan jaringan pribadi virtual atau VPN.

Baca Juga: Perlu Kamu Tahu, 5 Kemampuan Terbaik dari Layanan VPN

Melalui WiFi publik, siapa pun di jaringan itu dapat mencuri file dan data yang dikirim dari laptop atau perangkat seluler pengguna.

Ilustrasi aplikasi VPN di sebuah ponsel. [Shuttertock]

Karenanya, VPN mengenkripsi lalu lintas internet, merutekannya melalui server yang dimiliki oleh perusahaan VPN.

Dengan kata lain, tidak seorang pun dapat mengintip data pengguna.

Menggunakan VPN dapat menyembunyikan alamat IP. Pengiklan dan pelacak yang ingin mengidentifikasi atau melakukan geolokasi melalui alamat IP tersebut akan melihat alamat perusahaan VPN.

5. Gunakan Multi-factor Authentication

Otentikasi Multi-faktor (Multi-factor Authentication) mungkin merepotkan, namun itu dapat membuat akun pengguna lebih aman.

Fitur ini mengharuskan pengguna melewati lapisan otentikasi lain untuk masuk ke dalam akun.

Jika data atau informasi pribadi dalam suatu akun sensitif atau berharga, pengguna harus mengaktifkan Multi-factor Authentication.

Beberapa layanan seperti Gmail dan Dropbox menawarkan fitur Multi-factor Authentication.

Multi-factor Authentication memverifikasi identitas pengguna menggunakan setidaknya dua bentuk otentikasi yang berbeda, seperti kata sandi, sidik jari, pengenalan wajah, atau kode yang dikirim ke ponsel.

Ilustrasi otentifikasi. [Markus Spiske/Unsplash]

Kelima hal di atas merupakan fitur dan layanan yang tampak sederhana namun dapat menambah lapisan keamanan pada akun pengguna.

Load More