Suara.com - Pengguna internet dapat terkena scam melalui link yang diklik untuk mengakses situs bodong.
Umumnya, link tersebut akan membawa pengguna ke situs yang tidak kredibel dan mencurigakan.
Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui bagaimana mengidentifikasi link palsu yang berpotensi berbahaya dan menjebak pengguna.
Menurut akun Instagram resmi Kemenkominfo, Senin (6/6/2022), berikut ini tiga trik untuk mengidentifikasi link palsu di internet:
1. Mengecek URL link
Umumnya, situs yang menggunakan HTTPS (Hypertect Transfer Protocol Secure) di bagian awal link akan lebih aman jika dibandingkan situs yang hanya menggunakan HTTP.
Selain itu, situs tepercaya juga memiliki ikon gembok atau keterangan connection is secured.
2. Mengecek iklan dan penulisan
Salah satu ciri yang paling menonjol dari situs bodong adalah iklan yang muncul terlalu banyak.
Baca Juga: Waspadai Link Video Porno Gadis Idola TikTok di Facebook, Bakal Bikin Malu Jika Diklik
Tak hanya itu, penggunaan kata-kata yang ditulis dalam situs juga berantakan.
3. Mengecek di Google Transparency Report
Hal lainnya yang dapat pengguna lakukan adalah mengecek validasi link lewat Google Transparency Report.
Pengguna dapat mengakses https://transparencyreport.google.com/safe-browsing/search kemudian salin alamat situs ke kolom Check Site Status.
Setelahnya, klik ikon kaca pembesar dan pengguna akan melihat status terkini dari link situs tersebut.
Jika situs aman, maka Google akan menampilkan keterangan No unsafe content found.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Huawei Watch FIT 5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Punya Fitur Deteksi Risiko Diabetes dan ECG
-
25 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 12 Mei 2026: Bocoran Kehadiran Samuel Eto'o
-
33 Kode Redeem FF Terbaru 12 Mei 2026: Buruan Ambil MP40 Cobra dan Jajal Fitur Kuda
-
5 Rekomendasi Tablet Layar OLED, Visual Mantap untuk Kerja dan Gaming
-
Samsung Galaxy A27 Segera Hadir, Snapdragon Bakal Gantikan Exynos?
-
Realme 16T 5G Debut Pekan Depan, Usung Baterai Jumbo 8.000 mAh
-
Heboh DM Instagram Disebut Tak Lagi Aman, Pakar Siber Ungkap Faktanya soal Enkripsi
-
Kumpulan Prompt AI Edit Foto Masa Kecil vs Masa Kini, Hasil Estetik dan Emosional
-
Lawan Berat Redmi dan Honor: Huawei Siapkan HP Baru Baterai 10.000 mAh+
-
Bukan Hiu, Inilah Daftar Hewan Paling Mematikan Bagi Manusia di Dunia